News Ticker

Ayah Assange: Ekuador Jual Julian demi Pinjaman IMF

Arrahmahnews.com, CANBERRA – Ekuador memperdagangkan Julian Assange demi pinjaman dari Dana Moneter Internasional, yang hanya dapat diberikan dengan persetujuan dari Washington. John Shipton, ayah dari pendiri WikiLeaks itu menyampaikan hal ini dalam wawancaranya.

“Ekuador tidak memiliki mata uang sendiri. Mereka menggunakan dolar AS,” kata Shipton kepada 60 Minutes Australia, yang dikutip RT pada Senin (29/04).

“Anda tidak bisa mendapatkan pinjaman IMF kecuali Amerika Serikat menyetujuinya, dengan kesepakatan untuk mengeluarkan Julian dari Kedutaan,” tambahnya.

Baca: Analis: Penangkapan Julian Assange Bukti Tak Ada Kebebasan Pers di Barat

Pada akhir Februari, Ekuador telah mencapai kesepakatan pembiayaan tingkat staf sebesar 4,2 miliar dolar dengan IMF, untuk menjaga agar ekonominya yang sedang berjuang, bisa bertahan.

Kurang dari dua bulan kemudian, presiden Ekuador Lenin Moreno mencabut suaka politik Assange. Penerbit dan jurnalis itu ditahan oleh polisi Inggris, yang menyeretnya keluar dari kedutaan Ekuador di London. Assange telah berlindung di kedubes itu selama hampir tujuh tahun karena takut akan diekstradisi ke Amerika atas tindakannya menerbitkan bukti kejahatan perang AS.

Badan video RT, Ruptly, adalah satu-satunya outlet yang hadir untuk meliput penangkapan Assange. Shipton mengomentari rekaman yang menggambarkan efek “mengerikan” pada putranya akibat dari tekanan yang selama ini diterimanya. “Aku 74, ia terlihat setua aku, (padahal) ia berusia 47 tahun.”

Baca: Pakar HAM PBB Nyatakan Nyawa Assange mungkin Dalam Bahaya

Ayah Assange mengatakan ketakutan utamanya sekarang adalah bahwa Inggris akan mendeportasi anaknya ke AS. Secara resmi, Amerika ingin menuntut Assange atas dugaan persekongkolan dunia maya dengan mantan prajurit Angkatan Darat AS Chelsea Manning, yang menyerahkan ribuan dokumen militer AS ke WikiLeaks pada 2010. Namun banyak yang percaya jumlah tuduhan akan menumpuk begitu AS berhasil menangkap Assange.

“AS bertekad untuk menghancurkan hidupnya, untuk alasan apa pun. Mereka ingin menunjukkan bahwa penerbit dan whistleblower akan dihancurkan,” kata Shipton.

Ia juga menertawakan klaim bahwa putranya bekerja untuk Rusia. Tuduhan ini pertama kali disuarakan oleh kubu Hillary Clinton. “Oh, demi Tuhan, aset Rusia?” kata sang ayah.

Baca: Analis: Assange Dikejar karena Ungkap Kejahatan AS di Irak dan Afghanistan

Ayah Assange itu menyebut bahwa Donald Trump memenangkan pemilihan presiden 2016 di AS bukan karena WikiLeaks menerbitkan email Komite Nasional Demokrat, tetapi karena Clinton sebagai Sekretaris Negara sebelumnya telah menghancurkan Libya dan membunuh Gaddafi.

Shipton berpisah dengan ibu Assange, Christine Ann Hawkins ketika ia mengandung Julian, tetapi ia tetap berhubungan dengan putranya dan dilaporkan terakhir mengunjunginya di kedutaan Ekuador pada hari Natal. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: