News Ticker

Ditangkap di Turki, Mata-mata UEA Bunuh Diri

Arrahmahnews.com, ANKARA – Salah satu dari dua orang terduga mata-mata UEA yang ditahan oleh Turki awal bulan ini telah melakukan bunuh diri. Media Turki memberitakan hal ini pada Hari Senin (29/04).

“Tahanan itu melakukan bunuh diri di penjara Silivri di pinggiran Istanbul,” kata mereka. Sumber dalam Kementerian Kehakiman Turki juga mengkonfirmasi laporan tersebut.

Kedua tersangka itu ditangkap di Istanbul pada 15 April sebagai bagian dari penyelidikan kontra-intelijen.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan bahwa kedua orang itu mengaku memata-matai warga negara Arab atas nama Uni Emirat Arab, menambahkan bahwa Turki sedang menyelidiki apakah kedatangan salah satu dari mereka dapat dikaitkan dengan pembunuhan jurnalis pembangkang Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu.

Baca: Saudi Bantah Usir Dubes Turki Terkait Menghilangnya Jamal Khashoggi

“Kami sedang menyelidiki apakah kedatangan individu utama di Turki itu terkait dengan pembunuhan Jamal Khashoggi,” kata pejabat, seraya menambahkan tersangka telah dipantau selama enam bulan terakhir.

“Ada kemungkinan bahwa ada upaya untuk mengumpulkan informasi tentang orang-orang Arab, termasuk pembangkang politik, yang tinggal di Turki.”

Khashoggi, kritikus terkemuka Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong oleh pasukan pembunuh Saudi setelah memasuki konsulat kerajaan di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Turki, yang mengatakan memiliki bukti audio tentang pembunuhan Khashoggi segera setelah ia menghilang, secara tidak langsung menyatakan bahwa bin Salman memerintahkan pembunuhannya.

The Washington Post, tempat Khashoggi menjadi kolumnis, melaporkan pada November tahun lalu bahwa CIA juga menyimpulkan bahwa bin Salman memerintahkan pembunuhannya.

Baca: Erdogan: Turki Belum Ungkap Semua Temuan soal Pembunuhan Khashoggi

Setelah beberapa minggu menyangkal, rezim Riyadh akhirnya mengakui pembunuhan itu tetapi telah berusaha mengalihkan kesalahan kepada bawahan bin Salman dan menjauhkan tuduhan dari sang pangeran sendiri.

Kecurigaan internasional, bagaimanapun, sebagian besar tetap diarahkan pada pewaris tahta Saudi.

Ankara menuntut agar Riyadh mengekstradisi para tersangka dalam kasus ini untuk diadili di Turki. Arab Saudi telah menolak untuk melakukannya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: