Ekonomi

Rupiah, The Real Big Boss Mata Uang di Dunia

Rupiah, The Real Big Boss Mata Uang di Dunia

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Predikat sebagai “the real big boss” sangat tepat disandang oleh mata uang kebanggaan Indonesia, rupiah. Ya, di penghujung pekan ini rupiah membuktikan bahwa dirinya mempunyai kekuatan yang tak tertanding oleh mata uang dunia lainnya.

Geliat keperkasaan rupiah telah ditunjukkan sejak pembukaan pasar spot pagi tadi. Tak sekalipun rupiah memberi ruang bagi dolar AS untuk menyalip apresiasinya. Hingga akhirmya, rupiah memberikan kado yang teramat manis di penghujung pekan ini dengan terapresiasi 0,33% di level Rp14.133 per dolar AS.

Baca: Rupiah Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Level Rp13.972

Jika mata uang Amerika sekelas dolar AS saja sudah bisa ditebas rupiah, apalagi mata uang dunia lainnya. Misalnya saja, untuk jajaran mata uang Eropa, rupiah juga menyandang status big boss dengan terapresiasi 0,29% terhadap euro dan 0,25% terhadap poundsterling.

Tak puas menjajah mata uang di benua Amerika dan Eropa, rupiah kini berekspansi ke benua Australia dengan menaklukkan dolar Australia sebesar 0,26%. Bisa dibayangkan, jika di hadapan mata uang benua lain saja rupiah sudah eksis, bagaimana dengan di Asia?.

Baca: Rupiah Digdaya di Asia Hingga Eropa

Dengan didukung oleh arus modal yang mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia, rupiah semakin tak terkalahkan. Per Maret 2019 lalu, inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,48% (yoy) dengan capaian imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun berada di level 7,554%. Dengan begitu, investor telah mengantongi keuntungan rill sebesar 5,07%.

Alhasil, rupiah terapresiasi paling tinggi di hadapan baht dan won masing-masing sebesar 0,74% dan 0,72%. Setelah itu, rupiah juga terapresiasi cukup tinggi di hadapan ringgit (0,49%), yen (0,38%), dolar Hongkong (0,33%), dolar Singapura (0,31%), dan yuan (0,24%). (ARN/WartaEkonomi)

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: