NewsTicker

Saudi Paksa Tentara Anak Perang di Garis Depan

TAIZ – Mungkin berita yang paling penting dan menakutkan yang terungkap mengenai perang Yaman minggu ini, meskipun sebenarnya bukan kejutan juga, adalah perekrutan tentara anak oleh koalisi pimpinan Saudi yang dipaksa bertempur di garis depan medan perang.

Menurut laporan yang dikutip The New Arab pada Jum’at (05/04), koalisi Saudi merekrut anak-anak di Taiz dan daerah-daerah yang dikuasai pemerintahan Hadi di selatan sebelum mengirim mereka melewati perbatasan Saudi dimana kemudian mereka diperintahkan berperang untuk mempertahankan kerajaan dari serangan Houthi yang sering terjadi.

Perekrut dan penyelundup manusia sering menjanjikan para remaja yang kadang-kadang baru berusia 14 tahun itu untuk bekerja di dapur dengan gaji yang menguntungkan, tetapi anak-anak tersebut berakhir di kamp pelatihan dan kemudian terlibat dalam pertempuran.

Baca: Taiz, Contoh Lain Kegagalan Koalisi Saudi di Yaman

Mereka kemudian dibawa di sepanjang rute perdagangan melintasi negara yang dilanda perang itu ke perbatasan Saudi, di mana mereka diberikan kartu identitas dan didorong melintasi perbatasan ke kamp pelatihan di kerajaan. Yang lainnya tetap berada di Yaman tempat mereka berlatih dan bertarung bersama pasukan pemerintah yang memerangi Houthi disana.

Tetapi penggunaan tentara anak-anak dalam perang yang menghancurkan bukanlah hal baru atau mengejutkan. Yang benar adalah semua faksi yang terlibat dalam konflik Yaman telah mengeksploitasi kesulitan ekonomi keluarga untuk membantu dalam perekrutan tentara mereka.

Menurut sebuah sumber di dalam pasukan, pasukan koalisi pro-Hadi menawarkan sekitar 60.000 Rial Yaman – itu berkisar antara 80 – 180 euro tergantung pada pertukaran mata uang lokal – kepada anak-anak yang bergabung dengan barisan mereka, dan mempertimbangkan situasi untuk sebagian besar keluarga di saat itu, itu adalah wortel besar di atas tongkat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: