News Ticker

Kuasa Hukum: Assange Dijadikan Sasaran Spionase dan Pemerasan

Arrahmahnews.com, QUITO – Tim hukum Julian Assange mengajukan pengaduan pidana di Ekuador, menuduh staf kedutaan London telah memata-matai jurnalis tersebut. Pengacara Assange, Carlos Poveda, menceritakan rincian kasus ini kepada RT.

Laporan RT pada Selasa (30/04) mengatakan bahwa tuntutan terhadap kedutaan ini disampaikan ke kantor jaksa agung di Ekuador atas nama Assange pada hari Senin.

“Wartawan itu telah ditargetkan dengan pengawasan ketat selama sekitar dua tahun, dan menjadi sasaran upaya pemerasan,” kata Poveda. Data yang dikompromikan termasuk informasi hukum, medis dan pribadi tentang Assange, namun tim hukumnya tidak mengungkap kepada siapa sebenarnya informasi itu diduga telah bocor.

Baca: Ayah Assange: Ekuador Jual Julian demi Pinjaman IMF

Terlepas dari Ekuador, kasus ini, yaitu dugaan upaya pemerasan, sedang diselidiki oleh otoritas Spanyol, karena tiga warga negara Spanyol diyakini terlibat di dalamnya.

“Ini semua terkait dengan kebocoran data pribadi Julian Assange,” kata Poveda kepada RT. “Mereka awalnya digunakan di Madrid oleh tiga warga Spanyol, yang mencoba memeras bos WikiLeaks tersebut, mendesaknya untuk membayar 3 juta euro, mengancam akan mempublikasikan informasi tersebut. “

Poveda percaya bahwa upaya mata-mata tampaknya terkoordinasi dengan baik, mengingat ada sekitar 90 ribu dokumen yang dikompromikan. Bagian yang paling merusak adalah bahwa aktor-aktor jahat ini rupanya juga mengintip strategi pertahanan tim hukum Assange, dan mencoba untuk menjualnya nanti.

“Kami percaya ada semacam konspirasi antara tiga orang Spanyol yang terlibat dalam pemerasan ini, kontraktor swasta Promsecurity, yang telah mengawasi dan mengelola pengawasan di kedutaan dan, seperti yang kami yakini, misi diplomatik Ekuador di London sendiri,” ujar Poveda menekankan .

Baca: Pakar HAM PBB Nyatakan Nyawa Assange mungkin Dalam Bahaya

Julian Assange secara paksa diseret keluar oleh polisi Inggris dari kedutaan pada 11 April setelah Presiden Ekuador Lenin Moreno menangguhkan suaka.

Sementara Moreno menuduh Assange memata-matai kedutaan, pengungkapan baru oleh tim kuasa hukum pendiri WikiLeaks itu menunjukkan bahwa situasinya mungkin justru sebaliknya. Beberapa video Assange yang tinggal di dalam kedutaan, yang tampaknya diambil oleh kamera pengintai, telah muncul di media sejak penangkapannya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: