News Ticker

VIRAL, Foto Jokowi Cium Tangan Gus Dur

  • Demo Ricuh di Bawaslu RI
  • Surat Pengunduran diri Yasona Laoly
  • Romo Magnis
  • Menkeu Sri Mulyani
  • Pelantikan Jokowi, Kriminal, Dana
  • Limbah Beracun
  • Ngabalin Vs Ratna Sarumpaet
VIRAL, Foto Jokowi Cium Tangan Gus Dur Foto Jokowi cium tangan Gus Dur

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Viral di media sosial foto Pertemuan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Joko Widodo alias Jokowi yang terdokumentasikan lewat sejumlah foto. Foto-foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun facebook bernama Blontank Poer. Dalam waktu dua jam saja, postingan foto bersejarah tersebut mendapat like 5,2 ribu dan 2.925 kali dibagikan oleh netizen.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo itu mengaku bahwa awalnya dia tidak sengaja bersih-bersih CD koleksi foto lama. “Nemu adegan Pak Jokowi mencium tangan Gus Dur,” ungkap Blontank Poer.

Baca: Jokowi Terinspirasi Bung Karno, Nasib Bangsa Ada di Tangan Kita Sendiri

Ia mengungkapkan, peristiwa di Kraton Surakarta itu, menurut catatan digital di kamera Canon EOS D30, 8 Januari 2006. Berarti, itu baru beberapa bulan Pak Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta.

Dalam pertemuan tersebut, dua tokoh bangsa itu sama-sama mengenakan baju batik. Jokowi melengkapi baju batik abu-abu mengkilapnya dengan mengenakan peci hitam.

Kisah menarik di balik pertemuan tersebut tidak terelakan. Di antaranya, saat masih menjadi Wali Kota Solo, Jokowi disebut Gus Dur bakal menempati kepemimpinan tertinggi di negara ini, yaitu Presiden RI. Hal itu pertama kali diungkapkan oleh Hussein Syifa, ketua panitia Harlah ke-9 Gus Dur di Kota Solo pada Jumat (22/2/2019) lalu.

Baca: Gus Mus dan Peci Bung Karno, Identitas Islam Nusantara yang Nyata

Pernyataan Gus Dur menurut Hussein terlontar pada 8 Januari 2006 silam. Kala itu, di Solo ada acara bertema Njejegake Sakaguru Nusantara (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara) dengan mendatangkan Gus Dur. Saat kedatangannya ke Solo, Gus Dur disinggahkan oleh panitia ke Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo.

“Saat itu bertemu dengan beberapa orang, termasuk di antaranya Pak Jokowi yang menjadi Wali Kota Solo,” kata Hussein Syifa di Solo, Jumat (22/2/2019) lalu seperti diwartakan Sindonews Biro Jateng dan DIY.

Beragam obrolan ringan, hangat, dan santai tercipta dalam pertemuan tersebut. Ketika Gus Dur tengah bercerita tentang kisah wayang Dewaruci, datang KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) yang kini telah wafat. Sesaat setelah kedatangannya, pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti itu meminta Gus Dur menjadi presiden lagi.

Baca: Sri Kesuma: Tuah Iriana Jokowi

Menanggapi permintaan itu, Gus Dur menjawab dalam Bahasa Jawa, intinya adalah terpenting tiang Nusantara harus berdiri kokoh dulu. Gus Dur lalu menyebut bahwa Jokowi nanti juga bisa jadi presiden karena kriteria syaratnya telah terpenuhi.

Kala itu, Jokowi yang berada di sisi kiri Gus Dur hanya tersenyum. Tidak ada reaksi berlebihan dari Jokowi selain terlihat tenang dan menyungging senyum atas pernyataan Gus Dur tersebut.

Kini, apa yang dikatakan Gus Dur pada 2006 silam tersebut menjadi kenyataan. Joko Widodo menjadi Presiden ke-7 RI saat memenangkan Pilpres 2014 lalu ketika ia berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla.

Bahkan merujuk pada Real Count KPU dalam sistem penghitungan suara (situng) di website www.pemilu2019.kpu.go.id, Jokowi yang kini menggandeng KH Ma’ruf Amin sebagai Wapres dalam perhelatan Pilpres 2019 saat ini masih unggul peroloehan suaranya. (ARN)

Sumber Nu.or.id dan akun facebook Blontank Poer

Iklan
  • Jokowi
  • Wahabi
  • Abdillah Toha Hingga Denny Siregar 'Semprot' Neno
  • Amien Rais, Tokoh
  • Puting Beliung Cirebon
  • Perang Suriah dan Bashar Assad
  • Cuitan Faisal Assegaf

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: