News Ticker

Pentagon: Belum Ada Perintah Intervensi Militer ke Venezuela

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Pentagon mengatakan bahwa mereka belum diperintahkan untuk mempersiapkan intervensi militer di Venezuela, yang oleh Sekretaris Negara Mike Pompeo digambarkan sebagai sesuatu yang “mungkin” terjadi.

Sebelumnya, pada Hari Rabu (01/05) Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menegaskan bahwa AS bisa saja mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Presiden sangat jelas dan sangat konsisten. Tindakan militer mungkin dilakukan. Jika itu yang diperlukan, itulah yang akan dilakukan Amerika Serikat,” kata Pompeo di Fox Business Network.

Baca: Atwan: Kudeta di Venezuela Perjudian Mahal Bagi Trump

“Kami berusaha melakukan segala yang kami bisa untuk menghindari kekerasan. Kami telah meminta semua pihak yang terlibat untuk tidak terlibat dalam kegiatan semacam itu. Kami lebih suka transisi pemerintahan yang damai di sana, tempat Maduro pergi dan pemilihan baru diadakan.Tapi Presiden telah menjelaskan, jika memang saatnya, dan kita semua harus membuat keputusan tentang kapan momen itu, dan Presiden pada akhirnya harus membuat keputusan itu. Dia siap untuk melakukannya jika itu yang diperlukan,” tambahnya.

Ini sementara Pentagon meremehkan kemungkinan perang terhadap Venezuela dengan mengumumkan bahwa belum ada perintah.

“Kami, tentu saja, selalu meninjau opsi yang tersedia dan merencanakan kontinjensi … Tetapi dalam kasus ini kami belum diberi jenis perintah yang sedang anda bicarakan, tidak,” ujar Kathryn Wheelbarger, asisten sekretaris pertahanan untuk urusan keamanan internasional kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR.

Laksamana Angkatan Laut AS Craig Faller, komandan Komando Selatan AS, juga menyatakan dukungan untuk diplomasi.

Baca: Rusia: Retorika Agresif Amerika Perburuk Situasi Venezuela

“Kami sepenuhnya mendukung diplomasi dan kami siap untuk mendukung upaya itu,” katanya.

Administrasi Presiden AS Donald Trump, yang segera mengakui proklamasi diri Guaido, telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Caracas dan telah berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford, sementara itu, menyebut bahwa AS berada ketidak jelasan jika menyangkut situasi di Venezuela.

“Situasinya sedikit tidak jelas hari ini dari perspektif kami antara Maduro dan Guaido,” katanya, merujuk pada pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. “Kami melakukan apa yang kami bisa sekarang untuk mengumpulkan intelijen dan memastikan kami memiliki visibilitas yang baik tentang apa yang terjadi di Venezuela dan juga bersiap untuk mendukung Presiden jika ia membutuhkan lebih banyak militer AS.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: