News Ticker

Pesan Ketum PBNU di Multaqo Ulama: Jangan Karena Pemilu Kita Perang Seperti di Timur Tengah

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Said Aqil Siradj menekankan bahwa persatuan bangsa merupakan hal yang tak ternilai dan tidak bisa digantikan dengan apapun.

Oleh karena itu ia pun mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, persatuan bangsa merupakan hal yang sangat mahal harganya. Pernyataan tersebut ia sampaikan disela acara ‘Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim’.

Baca: Wahabisme Senjata Saudi dan Barat Hancurkan Indonesia

“Mari kita bangun kembali persatuan yang sangat mahal harganya ini,” ujar Kiai Said, saat ditemui disela acara yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019) malam.

Ia pun tidak ingin perpecahan yang terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah terjadi pula di tanah air. Di Timur Tengah, kata Kiai Said, perpecahan terjadi lantaran adanya perbedaan pandangan politik.

“Jangan sampai kita, hanya karena gara-gara pilpres atau pemilu, sampai seperti negara-negara di Timur Tengah,” kata Kiai Said.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjadi perang saudara antara kelompok satu dengan lainnya. “Misalkan naudzubillah, (contohnya) perang saudara sampai pecah, jangan sampai (terjadi),” tegas Kiai Said.

Baca: AS Sebar Idelogi Wahabisme untuk Ciptakan Generasi ISIS Baru

Oleh karena itu Kiai Said Aqil mengimbau agar seluruh umat Islam menunjukkan dan membuktikan bahwa bangsa Indonesia mengerti demokrasi dan memiliki kesadaran yang baik dalam bernegara

“Tunjukkan bangsa Indonesia yang bersifat Islam, paham demokrasi, dewasa berdemokrasi, matang bernegara,” jelas Kiai Said.

Lebih lanjut ia menegaskan, berbeda pilihan merupakan hal yang diperbolehkan dan wajar dalam pesta demokrasi. Namun setelah masa Pemilu berakhir, maka ia berharap agar semua pihak kembali bersatu dan membuang ego masing-masing.

Baca: Wahabisme Ideologi Horor

“Boleh beda pilihan, (tapi) setelah pemilu selesai, kita bersatu kembali,” pungkas Kiai Said.

Dalam acara tersebut hadir pula Gus Muwafiq serta KH Maimoen Zubair. Hingga kini acara Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim tersebut masih terus berlangsung. (ARN/TribunNews)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: