News Ticker

Bicara Revolusi dan Bubarkan Negara, Politkus Gerindra Permadi Dipolisikan

Permadi Revolusi Bicara Revolusi dan Bubarkan Negara, Politkus Gerindra Permadi Dipolisikan

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Politikus Partai Gerindra Permadi dilaporkan seorang pengacara, Fajri Safi’i, ke Polda Metro Jaya. Permadi dilaporkan setelah video dirinya yang berbicara tentang revolusi beredar di media sosial.

Saat membuat laporan atas Permadi, Fajri melampirkan video yang tersebar di media sosial itu sebagai alat bukti. Namun Fajri mengatakan polisi ternyata sudah membuat laporan model A. Laporan model A adalah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi. Dirinya menyebut polisi sudah membuat laporan sendiri dan dirinya tidak perlu membuat laporan baru tetapi akan dijadikan saksi dalam kasus itu.

Baca: Kapolri Sebut People Power Tanpa Aturan Sama dengan Makar

“Kita nggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi menindak lanjuti LP yang sudah ada katanya oleh tim cyber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. Setelah kita sampai sini katanya sudah ada laporan polisi nah itu LP-nya LP A. Kalau LP A itu polisi yang buat laporan sendiri, temuan polisi,” ujar Fajri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/5/2019) malam.

Fajri menyebut dirinya hanya berkonsultasi di SPKT Polda Metro. Laporan dirinya dijadikan satu oleh laporan polisi sendiri. Selanjutnya, Fajri akan dipanggil sebagai saksi oleh polisi. Saat di SPKT, Fajri memberikan video berupa pernyataan-peryataan Permadi yang menyebut ‘Revolusi’.

Baca: Opini: Amien Rais dan Mimpi People Power Ala Khilafah

“Tadi hanya saya menunjukan beberapa video dan yang diunggah di beberapa YouTube ada dan itu tersebar di akun YouTube lain. Itu yang berpotensi menyulut kebencian orang yang membaca dan melihat video itu,” ungkap Fajri.

Fajri juga menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Permadi dalam video itu. Menurutnya kalimat itu menakutkan untuk masyarakat Indonesia.

Baca: Gus Yaqut: People Power Akan Berhadapan dengan Ansor dan Banser

“Kalimat pertama yang saya soroti (dalam video itu) bahwa kita ini, negara ini sudah dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini,” kata Fajri.

“Kemudian kalimat kedua yang sangat penting sekali, jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini,” tambah Fahri.

Fajri mengaku akan dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus yang ia laporkan itu. Sebelum di Gerindra, Permadi pernah menjadi anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: