News Ticker

Analis: Penempatan Peralatan Perang ke Timur Tengah Strategi Berbahaya

  • Teroris
  • Persamaan PKS dan PKI
  • Dr. Talal Atrissi
  • Putin dan Merkel
  • Tengku Said Irfan Assegaf
  • Baliho Rabbani
  • Karni Ilyas, Tv One
  • Tabloid Indonesia Barokah

WASHINGTON – Penyebaran kapal induk dan peralatan militer Amerika ke Timur Tengah adalah “strategi berbahaya” yang dapat mendorong peristiwa di luar ambang konflik aktif, kata seorang penulis dan mantan profesor Amerika.

“Saya tidak berpikir dia [Trump] menginginkan perang dengan Iran,” kata E Michael Jones, editor majalah Culture Wars saat ini.

“Masalahnya dengan pemikiran seperti ini, itu disebut brinkmanship … itu dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan,” kata Jones dalam sebuah wawancara dengan Press TV.

“Saya pikir itu adalah penjelasan strateginya dan saya pikir kita juga melihat bahaya dalam strategi itu,” tambahnya.

BacaAtwan: Israel Kompori AS untuk Serang Iran.

Awal minggu ini, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengumumkan bahwa AS sedang mengerahkan kapal induk dan satuan tugas pembom ke Timur Tengah dalam upaya untuk mengirim “pesan” ke Iran.

Jones juga mengatakan bahwa undangan Trump pada pemimpin Iran untuk menghubunginya dan berbicara dengannya tentang program nuklir sipil Teheran adalah taktik intimidasi untuk memaksa Iran ke meja perundingan.

“Dia pikir dia bisa mengintimidasi orang hingga negosiasi yang sebenarnya … mengintimidasi mereka dengan membuat klaim keterlaluan, mencoba membuat mereka takut akan konsekuensinya,” katanya.

Gedung Putih telah menghubungi pihak berwenang Swiss untuk berbagi nomor telepon dengan Iran dengan harapan bahwa Teheran akan menghubungi Presiden AS Donald Trump, CNN melaporkan.

Gedung Putih menghubungi Swiss pada hari Kamis, pada hari yang sama Trump secara terbuka meminta Iran untuk memanggilnya di tengah meningkatnya ketegangan, mengutip sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya.

BacaSebelum Kirim Armada Perang ke Teluk, Bolton Adakan Pertemuan Rahasia Bahas Iran di Markas CIA.

Sumber itu, bagaimanapun, mengatakan Iran “sangat tidak mungkin” untuk meminta nomor dari otoritas Swiss.

Kedutaan Swiss mewakili kepentingan AS di Teheran, di mana Washington tidak memiliki misi sejak 1980.

Sementara Trump menyerukan pembicaraan pada hari Kamis, ia tidak mengesampingkan aksi militer terhadap Iran. [ARN]

Iklan
  • Jokowi Pemberani
  • Atribut HTI
  • Jawaban Menohok Stafsus Jokowi Soal Nyinyiran Fadli Zon "Cuma Pajangan dan Lipstick Saja"
  • Sugi Nur Raharja
  • HTI Pakai 'Agama' untuk Lawan Pemerintah
  • Team SAR
  • Akbar Faisal Skak Mat Sandiaga Uno

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: