News Ticker

Analis: Pasukan Yaman Temukan Kelemahan Perlindungan Canggih AS atas Saudi

Arrahmahnews.com, BRISTOL – Seorang wartawan investigasi mengatakan bahwa perlawanan pasukan Yaman terhadap agresi koalisi pimpinan Saudi pasti telah membuat terobosan nyata dengan dilaporkan menyusup jauh ke dalam wilayah Saudi dan menghantam infrastruktur penting di sana. Ini karena Riyadh telah dilengkapi dengan kemampuan militer yang canggih, termasuk deteksi satelit, oleh para pendukung Baratnya.

Tony Gosling menyampaikan analisanya ini kepada Press TV pada hari Selasa (14/05), merujuk pada laporan pada hari sebelumnya yang menunjukkan bahwa Yaman telah menyerang stasiun pompa di wilayah pusat Najd yang luas di Arab Saudi, mendorong Riyadh untuk berhenti memompa minyak mentah pada sejumlah besar jalur pipanya.

Insiden itu diumumkan oleh Menteri Energi Saudi, Khalid A. al-Falih. Sebelumnya, pasukan Yaman mengatakan mereka mampu mengenai struktur utama Saudi, meskipun mereka tidak menyebut target yang diserang.

Baca: Ejekan Pedas Pejabat Yaman: Armada AL Amerika Tak Dapat Lindungi Saudi

Gosling mengatakan bahwa serangan yang dilaporkan terjadi meski semua perlindungan Barat ada disana, semua bantuan satelit yang dimiliki Saudi dari Badan Keamanan Nasional [AS], maupun dari Pentagon.

Dukungan keamanan semacam itu, kata Gosling, akan memungkinkan Riyadh mendeteksi dan menghentikan serangan drone.

Gosling menyebut ada dua kemungkinan terkait hal ini dan itu adalah, entah ada penurunan pertahanan oleh Barat hingga memungkinkan hal semacam ini terjadi pada Arab Saudi, atau pasukan Yaman telah menemukan semacam celah dalam pertahanan ini yang kemudian mereka manfaatkan.

Harga minyak global naik setelah serangan terhadap dua stasiun pompa yang dimiliki oleh perusahaan minyak negara Saudi Aramco itu dilaporkan,. Selain itu, indeks saham utama Arab Saudi, Tadawul, turun 1,5% pada tengah hari waktu London.

Baca: Saudi Stop Pompa Minyak Utama Pasca Serangan Drone Yaman

Memimpin koalisi sekutu-sekutunya, Arab Saudi menyerbu Yaman pada Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal kembali rezim Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang mengundurkan diri di tengah ketidakpuasan rakyat dan melarikan diri ke Riyadh. Agresi ini diperkirakan telah menewaskan ratusan ribua orang Yaman, dan menempatkan negara itu dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: