News Ticker

Analis: Sabotase Kapal Tanker UEA Operasi Bendera Palsu untuk Tuduh Iran

Arrahmahnews.com, MINNESOTA – Operasi sabotase” terhadap tanker-tanker di dekat pelabuhan Uni Emirat Arab adalah operasi rahasia yang diluncurkan oleh Mossad dan CIA yang bertujuan untuk menipu dunia bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan itu. Seorang analis politik Amerika mengungkap hal ini dalam wawancaranya.

Reuters sebelumnya melaporkan seorang pejabat anonim AS telah melemparkan tuduhan tidak berdasar terhadap Teheran setelah “operasi sabotase” terhadap tanker tersebut.

“Apa yang kita lihat dimainkan di Timur Tengah sehubungan dengan (sabotase) kapal-kapal ini adalah operasi bendera palsu klasik yang mengatur supaya Iran bias dijadikan target serangan oleh Barat, khususnya, AS,” ujar James Henry Fetzer, seorang akademisi Amerika dari Minnesota kepada Press TV dalam Wawancara pada hari Selasa (14/05).

Baca: Khamenei: Tak Akan Ada Perang, Kemampuan AS Tak Sesuai Gertakan Nyaringnya

“Sama sekali tidak menguntungkan Iran untuk memprovokasi hal seperti ini, sangat jelas ini adalah operasi yang dilakukan oleh Mossad dan CIA,” katanya.

Fetzer mengatakan ini adalah jebakan oleh elang dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memikat pasukan AS ke dalam perang dengan Iran.

“Kami sangat sangat kecewa melihat Donald Trump tampaknya jatuh ke dalam perangkap di sini … Ia menjadi sasaran manipulasi oleh John Bolton, yang tidak ada perduli dengan posisi Penasihat Keamanan Nasionalnya, dan Mike Pompeo, yang tidak melaksankan tugasnya sebagai Sekretaris dari Negara,” katanya, menambahkan bahwa kedua tokoh tersebut adalah elang anti-Iran yang ekstrim yang” tentu saja juga Panglima Tertinggi, yang telah memberikan Presiden Amerika Serikat informasi palsu tentang apa yang terjadi.

Baca: Pompeo Klaim Amerika Tidak Mencari Perang dengan Iran

Fetzer mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk menipu dunia tentang Iran, “Jelas ini adalah sebuah siasat. Seluruh dunia harus menghargai bahwa ini bukanlah yang dilakukan Iran.”

Fetzer juga bersikeras bahwa Iran adalah negara yang cinta damai.

“Iran adalah negara yang cinta damai yang belum pernah melancarkan perang agresi terhadap negara lain sejak 1775,” katanya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: