News Ticker

Remaja Malaysia Bunuh Diri Gegara Polling Instagram

Arrahmahnews.com, PENANG – Sebuah situs web berbahasa Melayu, Astro Awani, melaporkan pada hari Selasa (14/05) bahwa seorang remaja mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai tiga sebuah toko di negara bagian Sarawak, Malaysia timur.

Seorang gadis Malaysia berusia 16 tahun bunuh diri setelah memposting sebuah jajak pendapat di Instagramnya dimana ia meminta pengikutnya untuk membantu memilih antara hidup dan mati, dan 69 persen responden memilihnya untuk mati.

Kematian tragis remaja itu telah mendorong Ramkarpal Singh, seorang pengacara dan anggota parlemen terkemuka di negara bagian barat laut Penang, untuk menyarankan bahwa mereka yang memilih kematiannya harus memikul tanggung jawab karena bersekongkol untuk bunuh diri.

Baca: WHO: Dunia Tenggelam dalam Depresi

“Apakah gadis itu masih hidup hari ini jika mayoritas pengguna Instagram mencegahnya bunuh diri? Apakah dia akan mengindahkan saran dari netizen untuk mencari bantuan profesional seandainya netizen meminta dia?” kata Singh.

“Apakah dorongan netizen itu benar-benar mempengaruhi keputusannya untuk bunuh diri? Karena percobaan bunuh diri adalah pelanggaran di negara ini, maka tindakan mendorong orang untuk bunuh diri juga bisa termasuk (pelanggaran),” paparnya menambahkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, ikut prihatin atas insiden bunuh diri tersebut.

Syed menyoroti perlunya menggelar diskusi tingkat nasional tentang kesehatan mental di Negeri Jiran.

Baca: Bullying Sosmed Penyebab Angka Bunuh Diri Remaja AS Melonjak Drastis

“Saya benar-benar khawatir tentang keadaan kesehatan mental generasi muda kita. Ini masalah nasional yang harus ditanggapi serius.” katanya.

Hingga kini, Instagram belum memberi tanggapan atas kematian perempuan 16 tahun tersebut.

Selain masalah terorisme, platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, berpotensi disalahgunakan untuk perundungan dan hal-hal lainnya yang dapat membahayakan pengguna.

Februari lalu, Instagram mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis “layar sensitivitas” untuk memblokir gambar yang berpotensi membahayakan para pengguna.

Baca: Video: Pengungsi Suriah Dibully Hingga Alami Gegar Otak di AS

Langkah itu diambil menyusul kematian seorang remaja Inggris, Molly Russell, yang tewas bunuh diri pada 2017 lalu. Russel bunuh diri di usia 14 tahun.

Kedua orang tua Russel percaya sang anak bunuh diri setelah melihat sejumlah foto yang menunjukkan cara bunuh diri dan melukai diri sendiri. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: