News Ticker

Ada 10 Operasi Militer Yaman di Arab Saudi yang Tidak Diumumkan

YAMAN – Yaman telah melakukan lebih dari 10 operasi militer yang tidak diumumkan di dalam wilayah Arab Saudi, media Arab melaporkan satu hari setelah serangan drone Yaman pada instalasi minyak vital Saudi.

Televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan pada hari Rabu bahwa Yaman telah melakukan lebih dari 10 operasi militer di dalam Arab Saudi yang belum diumumkan secara resmi.

“Kami telah menerima informasi khusus yang menunjukkan bahwa pasukan Yaman di Sana’a telah meluncurkan lebih dari 10 operasi militer yang tidak diumumkan terhadap target vital di kedalaman Arab Saudi,” katanya tanpa memberikan rincian lebih lanjut dari operasi atau target.

Al-Mayadeen juga menambahkan bahwa belum ada sumber Yaman yang mengkonfirmasi laporan tersebut.

Laporan itu dirilis sehari setelah Tujuh drone milik Angkatan Bersenjata Yaman melakukan serangan udara pada fasilitas minyak di wilayah Yanbu setelah terbang jauh ke wilayah udara Arab Saudi pada hari Selasa. Serangan telah memaksa penghentian operasi pipa minyak Timur-Barat yang strategis yang memompa sekitar 3 juta barel minyak per hari dari provinsi timur ke bagian barat negara itu.

BacaAtwan: Serangan Drone Houthi Gambaran Perang yang Akan Datang.

“Operasi militer yang luas dilakukan sebagai pembalasan atas agresi Arab Saudi dan pengepungan,” kata sumber militer Yaman kepada Al-Masirah TV pada hari Selasa.

Pejabat itu menyatakan bahwa pejuang Yaman siap “untuk melakukan serangan yang lebih signifikan dan sulit selama pengepungan berlanjut”.

Mengutip kementerian pertahanan Yaman, Al-Mayadeen TV Chanel melaporkan bahwa tujuh drone menembus jauh ke dalam wilayah Arab Saudi dan menargetkan fasilitas vital dalam skala besar.

Beberapa jam kemudian, anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman Mohammad al-Bukhaiti mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa serangan itu terjadi pada Selasa dini hari, dan mengatakan ia mengharapkan target instalasi minyak, tetapi menyatakan bahwa ia tidak memiliki spesifik informasi tentang perincian serangan.

Beberapa jam kemudian, Kepresidenan Keamanan Negara Arab Saudi mengkonfirmasi laporan serangan pesawat tak berawak Yaman pada fasilitas minyak kerajaan, dan mengatakan dua stasiun pompa minyak milik perusahaan Aramco di provinsi Al-Duwadimi dan Al-Afif “sebagian ditargetkan”.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih juga menyatakan bahwa kebakaran terjadi di satu stasiun antara pukul 6 pagi waktu setempat pada hari Selasa.

Dia menambahkan bahwa Aramco telah menghentikan operasi pemompaan, di mana kerusakan sedang dirinci, untuk memperbaiki stasiun dan mengembalikan situasi ke keadaan normal.

Namun pada hari itu, TV Al-Masirah merilis rincian serangan udara, dan mengatakan bahwa drone membom fasilitas minyak Yanbu, rumah bagi 40 persen dari produksi minyak mentah Saudi.

BacaAnalis: Pasukan Yaman Temukan Kelemahan Perlindungan Canggih AS atas Saudi.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Sari, dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa sore mengatakan, “Tujuh drone menargetkan fasilitas pemompaan minyak Arab Saudi di wilayah Yanbu dan mengganggu transfer minyak sepenuhnya.”

“Kami telah menargetkan saluran pipa yang mentransfer 3 juta barel minyak mentah per hari,” tambahnya, dan bersumpah bahwa tentara Yaman akan terus menargetkan fasilitas strategis di Arab Saudi.

Laporan kemudian mengungkapkan bahwa setelah serangan drone pada fasilitas pompa minyak Yanbu yang strategis, dua stasiun pompa minyak di provinsi Al-Duwadimi dan Al-Afif juga telah rusak dalam serangan terpisah dan dipaksa untuk menghentikan operasi pemompaan.

Dua stasiun pompa mengirim minyak Saudi yang dihasilkan dari provinsi timur (Al-Sharqiyah) yang kaya minyak ke pelabuhan Yanbu di Barat. Pipa Timur-Barat memiliki nilai strategis untuk ekspor minyak Arab Saudi. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: