News Ticker

Polisi Resmi Tahan Ina Yuniarti Tersangka Perekam Video ‘Penggal Kepala Jokowi’

Ina Yuniarti Cs Polisi Resmi Tahan Ina Yuniarti Tersangka Perekam Video 'Penggal Kepala Jokowi'

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Pihak penyidik Polda Metro Jaya telah resmi menahan Ina Yuniarti (IY), tersangka kasus perekam video ancaman penggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Perempuan itu ditahan hingga 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya untuk kebutuhan penyidikan.

“Tersangka IY resmi ditahan polisi hingga 20 hari ke depan,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca: Viral! Akun Facebook Putra Kurniawan Ancam Bunuh Jokowi

Ina Yuniarti ditahan di Rutan Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Perempuan yang dalam video penggal kepala Jokowi itu tampak mengenakan kerudung itu disangka melanggar Pasal 27 ayat 4 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelummya, polisi menangkap Ina bersama dengan satu wanita lainnya. Namun, belum diketahui identitas perempuan tersebut.

Baca: Inilah 4 Fakta Sosok Perekam dan Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi

Dalam video tersebut, tampak ada dua orang perempuan yang ikut bersuara ketika tersangka Hermawan Susanto melontarkan kata-akata berupa ancaman penggal kepala Jokowi saat massa pro Prabowo-Sandiaga demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat.

Satu perempuan mengenakan kacamat hitam yang diduga sembari merekam peristiwa itu. Dan satunya lagi, perempuan mengenakan kacamata sembari meyimbolkan dua jari.

Baca: Polisi Resmi Tetapkan Pengancam Penggal Kepala Jokowi Sebagai Tersangka

Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga telah menangkap Hermawan setelah video yang diduga direkam Ina viral. Hermawan juga sudah dijadikan tersangka dan ditahan. (ARN/OkeZone)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: