News Ticker

AS Bersiap Setujui Kebijakan Penjajahan Israel

Arrahmahnews.com, LONDON – AS tengah bersiap untuk menyetujui “kebijakan kolonial” Israel dengan mengabaikan hak-hak Palestina. Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki mengatakan hal ini pada Hari Jumat (17/05) sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu.

“Dua hari yang lalu, orang-orang Palestina memperingati peristiwa ke-71 tahun Hari Nakba (Bencana) dan sementara pengusiran atas mereka masih berlanjut, orang tidak dapat tidak bisa membayangkan perjalanan panjang sebuah negara yang menolak untuk mati atau menghilang dan terus berjuang untuk memperoleh tempat yang merupakan haknya dalam sejarah dan geografi di antara semua negara di dunia,” kata Maliki kepada Chatham House think tank di London.

“Sepanjang dekade itu, kebijakan Israel bertujuan untuk menggusur dan menggantikan orang-orang Palestina dan memastikan pengurungan warga Palestina dan perluasan pemukim Israel dengan tujuan pengambil alihan tanah sebanyak-banyaknya dengan warga Palestina sesedikit mungkin,” katanya.

Baca: Palestina Desak Mahkamah Pidana Internasional Adili Kejahatan Israel

Mantan Menteri Informasi dan juru bicara pemerintah itu merujuk pada tokoh-tokoh Palestina yang menunjukkan lebih dari 650.000 pemukim saat ini hidup di 164 pemukiman Yahudi yang dibangun secara ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur. Wilayah-wilayah itu diduduki dalam perang Timur Tengah 1967.

Palestina telah mengklaim wilayah-wilayah tersebut untuk negara masa depan mereka.

“Kesepakatan abad ini” Presiden AS Donald Trump menuai kritik dari Malki yang mengatakan bahwa kesepakatan itu menawarkan “tidak ada kemerdekaan, tidak ada kedaulatan, tidak ada kebebasan dan tidak ada keadilan” kepada Palestina.

Kesepakatan itu direkayasa oleh menantu dan penasihat utama Trump, Jared Kusher, yang mengatakan baru-baru ini proposal “akan membuat kedua belah pihak menjadi lebih baik”.

Tidak ada seorang pun di luar pemerintah AS yang melihat rencana yang Washington katakan akan diungkap bulan depan itu.

Baca: Israel Usir 3000 Warga Palestina dari Rumah Mereka dalam 15 Tahun

“Bagaimanapun juga, mereka adalah orang-orang yang memiliki delusi itu, bukan kami,” tambah Malki.

“Ini tidak mungkin masa depan Palestina,” kata Malki.

“Kami berada dalam tahap akhir dari rencana induk ini bahwa Israel bahkan tidak lagi berusaha untuk bersembunyi dan yang hanya dapat dikualifikasikan sebagai kolonialisme di bawah penyamaran pendudukan,” katanya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: