News Ticker

Gagal di Yaman, Arab Saudi Sesumbar Siap Hadapi Iran dengan Kekuatan Penuh

Arrahmahnews.com RIYADH – Arab Saudi akan menghadapi Teheran dengan “kekuatan penuh dan tekad,” kerajaan telah memperingatkan setelah Putra Mahkota menerima telepon dari Washington, membahas cara-cara untuk memastikan “keamanan” regional.

Teheran berupaya mengguncang seluruh kawasan, Adel al-Jubeir memproklamasikan pada konferensi pers, menjelek-jelekkan Iran dan mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan dan menghentikannya sebelum semuanya terlambat. Ia juga mengklaim bahwa Riyadh tidak menginginkan apa pun selain perdamaian, dan menyatakan bahwa Kerajaan siap untuk menanggapi dengan kekuatan penuh terhadap saingan beratnya itu jika “pihak lain memilih perang.”

Arab Saudi tidak pernah menginginkan kedamaian di Timur Tengah, ujar Abdel Bari Atwan. Kerajaan telah terlibat perubahan rezim di Libya, Aljazair, Mesir dan Suriah. Bukti-bukti tak terbantahkan menyakinkan bahwa Arab Saudi mendanai dan mempersenjatai berbagai kelompok teroris di Suriah dan Irak. Bahkan 4 tahun pembantaian di Yaman, yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya telah mempertegas bahwa kerajaan tidak menginginkan kedamaian di manapun.

BacaIran ke Saudi: Semua Tahu Siapa Pendukung Terorisme.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengadakan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di mana kedua belah pihak membahas perkembangan di kawasan dan “upaya untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas.” Sementara itu Raja Salman meminta para pemimpin Arab untuk menghadiri KTT darurat di Mekah pada 30 Mei untuk membahas serangan terhadap sektor minyak, yang tanpa bukti telah dituduhkan kepada Iran.

Empat kapal komersial rusak di lepas pantai Uni Emirat Arab pada hari Minggu lalu, sementara beberapa hari kemudian instalasi minyak di Arab Saudi menjadi target serangan drone. AS menggunakan insiden itu sebagai dalih untuk mengerahkan kapal perang dan pembom strategis di kawasan, dengan alasan ancaman dari Teheran untuk kepentingan Amerika.

Iran membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan terhadap empat kapal tanker minyak di Teluk Persia, dan mengklaim bahwa serangan itu adalah konspirasi Zionis yang mencoba menarik Iran ke dalam perang dengan AS dan sekutu regionalnya. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: