News Ticker

IRGC Rilis Foto-foto Penderitaan Warga Yaman di Tahun Kelima Agresi Saudi

Arrahmahnews.com, SANA’A – Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah merilis puluhan foto, yang menggambarkan kondisi mengerikan tentang keadaan saat ini di Yaman yang dilanda perang.

Untuk mendapatkan gambar-gambar itu, badan kemanusiaan tersebut meminta jasa enam fotografer muda Yaman dari enam wilayah berbeda di seluruh negeri, dimana wilayah-wilayah tersebut telah berubah menjadi tempat krisis kemanusiaan terburuk di dunia setelah agresi lima tahun berturut-turut koalisi pimpinan Arab Saudi .

Sekelompok anak-anak bermain sepak bola dengan latar belakang rumah-rumah yang hancur di kota Sa’ada di barat laut Yaman. (Foto oleh ICRC)

Seorang balita yang mengalami kekurangan gizi parah di Rumah Sakit al-Salam di ibu kota Provinsi Sa’ada, di mana ia baru bisa mencapai Rumah Sakit setelah perjalanan panjang dari desa Saqayn, di tempat lain di provinsi ini. (Foto oleh ICRC)

Seorang wanita terlantar, yang juga bertanggung jawab atas cucunya, sedang memeriksa makanannya, duduk di suatu tempat di distrik Kawah kota pesisir Aden, Yaman selatan. (Foto oleh ICRC)

Seorang lelaki tua kembali dari memeriksa rumahnya di Distrik al-Jahmaliah di Provinsi Tai’zz, di Yaman barat daya. (Foto oleh ICRC)

Seorang anak laki-laki mengumpulkan makanan sisa dari tumpukan sampah yang berserakan di kota Tai’zz. (Foto oleh ICRC)

Seorang bocah lelaki menggunakan air kotor dan baskom kecil untuk membersihkan dirinya di kamp al-Malika untuk para pengungsi internal, di sebelah timur Ta’izz. (Foto oleh ICRC)

Sambil menggendong bayinya dengan satu lengan dan jerigen berat di kepalanya, wanita ini terpaksa berjalan ke titik air terdekat, yang terletak setidaknya dua kilometer (1,6 mil) dari rumahnya di Habeel Salman, sebelah barat Ta’izz. (Foto oleh ICRC)

Inilah yang tersisa dari kelompok wanita dari kota Hajjah di Yaman barat laut ini: Potongan kain yang membentuk tenda yang goyah dan beberapa makanan ringan yang mereka jual untuk mencari nafkah. (Foto oleh ICRC)

Dua saudara kandung dari Hodeidah ini menunggu di dalam tempat penampungan kumuh yang gelap dan tidak berventilasi tempat keluarga mereka berlindung saat mereka terpaksa melarikan diri dari kekerasan di sepanjang pantai Laut Merah Yaman. (Foto oleh ICRC)

Karena tidak mampu membeli tas punggung, bocah lelaki di Sana’a ini menggunakan sebuah karung beras untuk membawa buku-bukunya. (Foto oleh ICRC)

Konflik yang mengamuk di Yaman menghancurkan dan terus membahayakan peninggalan sejarah yang menakjubkan, termasuk Kota Tua Sana’a yang indah. Dengan tidak ada lagi wisatawan yang datang ke sana, para pedagang kini berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Foto oleh ICRC)

Beberapa laporan menyebutkan korban tewas akibat perang mencapai puluhan bahkan ratusan ribu. Seluruh negara itu saat ini sedang kepayahan menghadapi kelaparan yang sedang berlangsung, sementara al-Hodeida, pelabuhan baratnya masih dibawah blokade ketat koalisi pimpinan Saudi, mempersulit bahkan mencegah masuknya bantuan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: