News Ticker

MEE: Saudi akan Hukum Mati Syaikh Salman Al-Auda dan 2 Ulama Lain setelah Bulan Ramadhan

Arrahmahnews.com, RIYADH – Pejabat Saudi dilaporkan akan menjatuhkan hukuman mati kepada tiga ulama yang dipenjara di bulan Ramadhan dan mengeksekusi mereka segera setelah bulan suci Ramadhan dimana hal ini adalah bagian dari tindakan keras brutal yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman terhadap para pengkhotbah dan intelektual Muslim di kerajaan.

Outlet berita online yang berbasis di London, Middle East Eye, mengutip dua sumber pemerintah Saudi yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pada hari Selasa bahwa ketiga orang itu adalah Sheikh Salman al-Ouda, Sheikh Awad al-Qarni dan Ali al-Omari.

Ouda adalah asisten sekretaris umum Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, yang oleh rezim Riyadh terdaftar sebagai organisasi teroris.

Baca: Syekh Salman Al-Audah Disidang Tanpa Dampingan Pengacara di Pengadilan Rahasia Saudi

Otoritas Saudi menahan ulama terkemuka itu pada 7 September 2017, dan telah menahannya di sel isolasi tanpa proses persidangan sejak itu. Para pejabat telah memberlakukan larangan perjalanan pada anggota keluarganya juga.

Seorang anggota keluarganya mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa ulama terkemuka itu ditahan atas penolakannya untuk mematuhi perintah otoritas Saudi untuk memposting cuitan di twitter yang mendukung blokade Saudi terhadap Qatar.

Baca: HRW Desak Arab Saudi Bebaskan Shaikh Al-Awdah

Syeikh al-Audah, sebaliknya, memposting tweet yang mengatakan, “Semoga Tuhan menyelaraskan di antara hati mereka untuk kebaikan rakyat mereka,” sebuah seruan nyata untuk rekonsiliasi antara negara-negara pesisir Teluk Persia.

Awda telah dicegah untuk berkomunikasi dengan dunia luar sejak Oktober tahun lalu.

Ketiga ulama Sunni terkemuka tersebut saat ini sedang menunggu persidangan di Pengadilan Kriminal Khusus di ibukota Riyadh. Sidang ditetapkan untuk 1 Mei, tetapi ditunda tanpa menetapkan tanggal lebih lanjut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: