News Ticker

Rudi S. Kamri Bongkar Siapa Otak Kerusuhan dalam Aksi Demo Depan Bawaslu

Ilustrasi Rudi S. Kamri Bongkar Siapa Otak Kerusuhan dalam Aksi Demo Depan Bawaslu

Arrahmahnews.com, JAKARTA  Pegiat medsos Rudi S. Kamri bongkar siapa otak kerusuhan dalam aksi demo depan Bawaslu, berikut ulasannya:

Sesaat saya sempat mengapresiasi langkah kubu Prabowo untuk menempuh jalur hukum dalam menyalurkan ketidakpuasan mereka terhadap hasil Pilpres 2019. Tapi tiba-tiba saya berpikir ulang saat melihat para pendemo di sekitar kantor Bawaslu Pusat di Jl. Thamrin Jakarta malam ini mulai memprovokasi petugas keamanan untuk membuat kerusuhan. Untung saja para petugas keamanan begitu sigap dan profesional sehingga ekskalasi pancingan untuk adu banteng dari massa perusuh tidak terjadi.

Baca: Situasi Memanas, Polisi Tangkap Pendemo yang Coba Masuk Kantor Bawaslu

Saya berani menyebut mereka para perusuh karena gerakan mereka sebenarnya sudah kehilangan legitimasi dan urgensinya saat kubu Prabowo sudah memutuskan menempuh jalur ke MK dalam sengketa Pilpres 2019 ini. Lalu untuk apa mereka teriak-teriak di depan gedung Bawaslu? Apa yang sejatinya mereka perjuangkan? Saya yakin kalau mereka ditanya satu persatu tentang urgensi perjuangannya, mereka akan plongah-plongoh tidak bisa menjawab.

Yang mereka bela sudah bersedia menempuh jalur konstitusional, lalu apa yang kalian perjuangkan, Dul?

Sebetulnya saya jatuh kasihan kepada massa yang tidak tahu apa-apa tersebut. Mereka hanya digunakan sebagai alat untuk melampiaskan nafsu serakah pada manusia haus kekuasaan. Para provokator koplaklah yang memperkeruh suasana.

Amien Rais, Titiek Soeharto, Neno Warisman dan para elite Islam radikalis adalah beberapa orang yang harus dimintai pertanggungjawaban atas semua kejadian ini. Merekalah otak dan biang kerusuhan ini. Dan mereka adalah provokator sejati yang tega mengorbankan rakyat. Mereka adalah penjahat kemanusiaan dan penoda demokrasi negeri ini.

Baca: Ricuh di depan Bawaslu, Polisi Amankan Pendemo

Di sisi lain saya tidak percaya kalau kegiatan massa brutal ini tanpa sepengetahuan dari kubu Prabowo. Para elite BPN sedang memainkan strategi lempar batu sembunyi tangan. Mereka memainkan teori dua wajah. Wajah depan menampilkan seolah-olah konstitusional dan wajah belakang menampilkan wajah bengis mengipasi aksi jalanan.

Siapa yang percaya kegiatan Soenarko cs yang berniat memasukkan senjata ilegal tidak ada hubungannya dengan narasi kecurangan yang diteriakkan kubu 02? Siapa yang percaya gerakan kedaulatan rakyat yang dimentori Amien Rais tidak ada hubungannya dengan posisi dan peran Sengkuni Milenial sebagai juru bisik Prabowo? Tidak akan ada orang waras yang percaya, Min!

Jujur saya prihatin dengan kegiatan massa yang tidak jelas tujuannya tersebut. Mereka tidak tahu apa yang mereka perjuangkan. Narasi kecurangan yang mereka teriakkan sudah menjadi barang basi. Pada saat diminta bukti kecurangan, mereka akan kembali plonga-plongo sambil menunjukan postingan HOAX di media sosial. Narasi hoax di media sosial sudah dianggap kitab suci bagi kaum koplak itu. Mereka tidak sadar hanya dijadikan tumbal bagi para petualang politik yang sengaja mengail di air keruh.

Baca: Wiranto: Mantan Danjen Kopassus Soenarko Resmi Tersangka Senjata Ilegal

Mudah-mudahan aparat intelijen dan aparat keamanan negara segera mampu menggulung dan menangkap otak dari kegiatan jalanan ini. Saya yakin mereka punya tujuan brutal untuk memporak-porandakan kedamaian negeri ini. Mereka sejatinya tidak pernah memikirkan kepentingan rakyat. Mereka hanya memikirkan kepentingan perut dan kantong mereka sendiri.
Mereka hanya menggunakan kebodohan rakyat sebagai alas kaki untuk pijakan keserakahan mereka.

So, sadarkah bahwa kalian telah diperdaya wahai saudaraku? Sekuat apapun kalian berteriak sampai tertinggal serak, hanya akan melejit ke atas langit. Semua akan sia-sia. Seganas apapun kalian goyang di jalanan, Jokowi tetap akan menjadi Presiden kita sampai tahun 2024. Paham kan?. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: