News Ticker

Nasib 2 Wartawan yang Hilang di Saudi Mulai Peroleh Titik Terang

Arrahmahnews.com, RIYADH – Reporters Without Borders (RSF) mengatakan bahwa dua jurnalis yang hilang di Arab Saudi masih hidup dan masih berada dalam tahanan badan-badan keamanan kerajaan di lokasi-lokasi yang dirahasiakan, menjelaskan satu lagi contoh penumpasan berkelanjutan Riyadh terhadap kebebasan pers.

Dalam siaran pers pada hari Senin, RSF mengatakan bahwa Marwan al-Muraisi, seorang jurnalis Yaman yang hilang pada Juni 2018, dan Abdel Rahman Farhaneh, seorang jurnalis Yordania yang menghilang pada bulan Februari,saat ini berada dalam tahanan.

Istri Muraisi mengatakan dalam cuitannya di twitter bahwa suaminya akhirnya menelepon ke rumah dan berbicara dengannya selama beberapa menit setelah 11 bulan. Ini adalah pertama kalinya jurnalis itu diizinkan menghubungi anggota keluarga sejak kepergiannya.

Baca: Wartawan Saudi: Kampanye Anti-ISIS Riyadh, Harus dimulai dalam Negeri

Selama pembicaraan Muraisi hanya dapat mengkonfirmasi bahwa dirinya masih hidup dan tidak dapat mengungkapkan di mana ia ditahan.

Pada September 2018, RSF dan beberapa organisasi lainnya menandatangani surat yang menyerukan rezim Riyadh untuk menjelaskan status Muraisi.

RSF sementara itu juga mencatat bahwa mereka pertama kali mengetahui tentang penahanan Farhaneh sebulan yang lalu. Seorang Warga negara Yordania, yang berusia enam puluhan, hilang pada 22 Februari dari kota di timur Saudi, Dammam, tempat ia tinggal selama lebih dari 30 tahun.

Baca: Wartawan Terkemuka Saudi Dipenjara setelah Pengadilan Rahasia

Ia adalah seorang kontributor jaringan berita Qatar, Al Jazeera, sampai Arab Saudi dan sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha. Dia juga meliput konflik Israel-Palestina.

Menurut RSF, kedutaan Yordania memberi tahu keluarga Farhaneh tentang penangkapannya. Pemerintah Saudi telah memberi tahu kedutaan bahwa ia akan segera dibebaskan. Keluarga itu tidak diberi tanggal pembebasan yang pasti.

Seperti Muraisi, tidak diketahui di mana Farhaneh ditahan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: