News Ticker

Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang Disebabkan Berita Hoax

Arrahmahnews.com SAMPANG – Polsek Tambelangan di Sampang, Madura ludes dibakar massa, pada Rabu (22/5) malam.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menegaskan pembakaran Mapolsek Tambelangan oleh massa tak berkaitan dengan Pilpres. Penyebabnya, massa dipicu berita hoaks di salah satu media.

“Habis maghrib ada 200 orang yang tadinya mau ke Bawaslu tapi tidak jadi. Muter-muter akhirnya datang ke polsek, ini terkait dengan beredarnya di media terkait dengan penangkapan tokoh-tokoh Madura di Jatim dan penembakan-penembakan di Jakarta,” terangnya.

Ratusan massa pun akhirnya memaksa kapolsek untuk membebaskan ulama yang ditangkap. Namun, meski telah diterima baik di Polsek Tambelangan, massa akhirnya mengamuk dan melempari mapolsek dengan batu dan molotov.

BacaPeneliti HAM: Pernyataan Amien Seperti Bensin Menyiram Kebakaran.

Di sela aksi pembakaran ini, polisi menembak satu orang yang mencoba menyerang polisi. Warga tersebut diketahui bernama Sahlan. Meski begitu, Luki mengatakan jika tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sementara saat ditanya kondisi Sahlan, Luki menyebut remaja tersebut sudah dibawa ke rumah sakit dan dibantu Bupati Sampang. Luki mengatakan peluru menyerempet tangan Sahlan.

“Ada seorang anggota berhasil keluarkan tembakan, kena tangannya (korban), nyerempet saja. Korban (dari massa) tersebut berhasil diselamatkan dibawa oleh bupati dengan kendaraan plat merah,” lanjut Luki.

Usai meninjau lokasi, Luki mengatakan nama-nama dan foto enam pelaku sudah dikantongi. Pihaknya tinggal menunggu waktu yang pas untuk memeriksa mereka. Selain itu, Luki menyatakan di tahap pertama ini baru ada enam orang pelaku yang akan diperiksa, jumlah ini pun bisa bertambah.

“Insya Allah akan kami panggil pemeriksaannya di sini. Karena untuk wilayah sana (Sampang) tidak memungkinkan. Kami dalam waktu dekat komunikasi dengan tokoh agama meminta menyerahkan pelaku tersebut,” pungkasnya. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: