News Ticker

‪#ThankYouPOLRI, Mustafa Nahrawardaya @AkunTofa Diciduk Polisi

Mustofa Nahrawardaya ‪#ThankYouPOLRI, Mustafa Nahrawardaya @AkunTofa Diciduk Polisi

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Setelah berkali-kali lolos menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian, Mustofa Nahrawardaya alias Tofa Lemon, anggota Tim IT BPN Prabowo yang juga pemilik akun twitter penyebar hoax @AkunTofa, dini hari tadi, Minggu, 26 Mei 2019, akhirnya diciduk Tim Penyidik Bareskrim dari rumahnya di Pejaten.

Pria berbadan subur yang entah kenapa akrab disapa ‘Lemon’ itu dibawa ke Bareskrim atas dugaan penyebaran berita bohong terkait penganiayaan Andri Bibier. Tofa justru menulis Harun bocah 15 tahun sebagaI pria yang dipukuli oknum polisi di Kampung Bali, Jakpus dan akhirnya mati. Tak lupa ia membumbuinya dengan pesan-pesan agamis provokatif.

Baca: Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Politisi PAN Usul 331 Jenazah Petugas KPPS Dibongkar

Seperti yang sudah-sudah, postingan ini kemudian sempat diralat Tofa untuk menghilangkan jejak.

Namun terlambat, ribuan orang mempercayai hoax tersebut dan ikut-ikutan menyebarkannya, termasuk salah satu penulis novel kurang ternama, yang juga kader underbouw PKS, Asmanadia.

Niat busuk penyebaran hoax masif ini diduga kuat adalah untuk memprovokasi dan menanamkan kebencian di masyarakat untuk membenci polisi.

Menurut informasi yang diperoleh, Tofa dijemput dadakan oleh beberapa orang penyidik sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi, Minggu, 26 Mei 2019.

Pihak kepolisian kemudian membacakan surat perintah penangkapan dan menunjukkan nomor laporan polisi di depan congor caleg gagal asal PKS yang kini menyeberang ke PAN itu.

Baca: Polisi Selidiki Intimidasi Massa Kaos #2019GantiPresiden di Car Free Day, Termasuk Mustofa Nahrawardaya

Makhluk tuhan berperut buncit ini sebelumnya telah malang melintang dalam dunia hitam penyebaran fitnah dan kabar bohong.

Ia pernah dilaporkan terkait postingan di akunnya soal jatuhnya pesawat Lion Air. Ketika itu ia sempat lolos dari penyidikan setelah menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Bulan lalu Lemon juga sempat berulah dengan menuntut agar kuburan ratusan anggota KPPS yang gugur dalam tugas saat mengawal jalannya Pemilu 2019 dibongkar dan mayatnya diotopsi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Tofa dibawa penyidik Bareskrim ke kantor Direktorat Siber. Selain Tofa, istrinya juga ikut ke Bareskrim menemani suaminya.

Beberapa pengamat memperkirakan ia akan mendapatkan berkah romadhon berlebaran dalam tahanan. Jika terbukti bersalah, Lemon dapat dijerat hukuman hingga 10 tahun penjara.

Baca: Ninoy Karundeng: Pak Jokowi! Wahabi, Khilafah, Islam Radikal di Sekolah & Kampus Ancam NKRI

Beberapa pelaku lainnya yang terlibat dalam penyebaran hoax masif dengan mendompleng kematian bocah Harun (15) ini masih dalam pengejaran.

Warganet setelah penangkpana Mustofa Nahrawardaya serempak ucapkan termia kasihnya dengan mengeluarkan tagar ‪#ThankYouPOLRI salah satunya akun twitter ‪@PartaiSocmed‪ mengapresiasi kerja polisi yang cepat menangkap Mustofa Nahrawardaya hingga mengeluarkan PENGUMUMAN!

Tuips, mari kita angkat tagar ‪#ThankYouPOLRI sebagai apresiasi telah menangkap si provokator Mustofa Nahra. Agar cepat naik trending silakan Retweet dan Reply 3 kali kalimat apresiasi terhadap POLRI + tagar ‪#ThankYouPOLRI

Lakukan secara cepat mulai sekarang!. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: