News Ticker

Jendral Iran: Teheran Mampu Tenggelamkan Kapal Perang AS dengan Senjata Terbaru

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Iran siap untuk mengerahkan ‘senjata rahasia’ terbaru melawan kapal perang Amerika. Seorang pejabat militer di Teheran mengatakan hal ini setelah Pentagon mengirim tiga kapal perusak ke Teluk Persia di tengah gelombang peningkatan ketegangan antara kedua negara.

Tanpa basa-basi, Jenderal Morteza Qorbani, penasihat komando militer Iran, memperingatkan bahwa jika Washington “melakukan kebodohan sekecil apa pun, kami akan mengirim kapal-kapal ini ke dasar laut bersama dengan kru dan pesawat mereka.”

Iran berjanji, akan melakukan itu “menggunakan dua rudal atau dua senjata rahasia baru.” Menurut laporan RT, Sabtu (25/05), Jendral Qorbani tidak menentukan jenis “senjata rahasia” apa yang ia maksud.

Baca: Iran: AS dan Sekutunya Tidak Akan Berani Memulai Perang dengan Iran

AS sebelumnya mengerahkan tiga kapal perusak berpeluru kendali, USS McFaul, USS Gonzalez, USS Mason, ke Teluk Persia, dengan kapal perang terakhir melintasi Selat Hormuz minggu ini. Mereka bergabung dengan USS Abraham Lincoln Carrier Strike Group, yang telah berlayar di lepas pantai Oman, dekat Teluk, sejak awal Mei.

Pengerahan militer di dekat perairan Iran ini bertepatan dengan pengumuman rencana Pentagon untuk mengirim sekitar 1.500 pasukan tambahan ke Irak, yang berbatasan dengan Iran.

Meskipun Jenderal Qorbani tidak memberikan rincian senjata yang disebutkannya, dalam beberapa bulan terakhir negara ini telah memamerkan kapal dan kapal selam terbarunya, serta senjata angkatan lautnya. Pada bulan Februari, Teheran meluncurkan dan berhasil menguji rudal jelajah jarak jauh Hoveizeh yang baru, yang dikatakan memiliki jangkauan lebih dari 1.350 kilometer.

Baca: Perancis, Rusia, Jerman Pertahankan Kesepakatan Nuklir Dukung Perdagangan dengan Iran

Pada bulan yang sama, Teheran meluncurkan latihan angkatan laut Velayat 97 secara besar-besaran, dengan berbagai manuver mulai dari Selat Hormuz dan Teluk Oman hingga Samudra Hindia bagian utara. Selama latihan, kapal selam kelas menengah Ghadir menembakkan rudal jelajah anti-kapal untuk pertama kalinya.

Hubungan antara AS dan Iran memburuk secara dramatis setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir Iran, yang dikenal sebagai JCPOA, dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran. Langkah itu dikutuk oleh sejumlah negara, termasuk sekutu Washington di Eropa.

Sementara itu, di AS, puluhan pensiunan petinggi militer dan diplomat, menulis surat terbuka kepada Trump, mendesaknya untuk membuang pendekatan ‘tongkat’ dan memulai pembicaraan nyata dengan Iran. Mereka memperingatkan bahwa dengan gagal melakukannya, AS berisiko tidak hanya membuat situasi di Timur Tengah semakin buruk, tetapi juga memasukkan AS ke dalam “konflik bersenjata dengan harga finansial, nyawa manusia, dan geopolitik yang sangat besar.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: