News Ticker

Putra Syaikh Al-Audah Tak Menyangka Ayahnya akan Segera Dieksekusi Saudi

Arrahmahnews.com, RIYADH – Putra dari ulama Saudi, Syaikh Salman al-Audah yang saat ini berada dalam penjara kerajaan, menggambarkan bahwa laporan tentang eksekusi ayahnya oleh otoritas Saudi sebagai hal yang “mengejutkan”.

“Kami menerima berita dan bocoran tentang niat untuk mengeksekusi para syaikh Arab Saudi, termasuk ayah saya,” tulis Abdullah al-Awda di Twitter sebagaimana dikutip Yeni Safak, Sabtu (25/05).

Ia mengatakan jaksa Saudi menuntut hukuman mati untuk ayahnya dan dua pengkhotbah lainnya.

Baca: MEE: Saudi akan Hukum Mati Syaikh Salman Al-Auda dan 2 Ulama Lain setelah Bulan Ramadhan

Pada hari Rabu lalu, Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim yang berbasis di Doha juga menyerukan pembebasan para tahanan yang mereka gambarkan sebagai “tahanan hati nurani” di Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA).

Seruan itu datang di tengah laporan bahwa pemerintah Saudi akan mengeksekusi sejumlah pengkhotbah yang dipenjara atas tuduhan teror, termasuk al-Audah, setelah bulan puasa Ramadhan, yang akan berakhir awal bulan depan.

Pemimpin senior Hamas, Moussa Abu Marzouq, telah mengkonfirmasi laporan eksekusi tersebut, mengutip dua sumber Saudi yang tidak disebutkan namanya.

Baca: Persatuan Ulama Internasional Kecam Arab Saudi atas Hukuman Mati untuk Shaikh Al-Awdah

Tidak ada komentar dari otoritas Saudi tentang laporan tersebut.

Al-Audah ditangkap pada akhir 2017. Penangkapannya merupakan bagian dari kampanye melawan ulama dan penulis dengan tuduhan terorisme.

Aktivis di Twitter mengatakan penangkapan itu dilakukan karena penentangan mereka terhadap blokade Saudi atas Qatar pada pertengahan 2017.

Juni lalu, Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dan komersial dengan Qatar, menuduhnya mendukung kelompok-kelompok teroris di wilayah tersebut.

Qatar membantah tuduhan itu, menggambarkan upaya untuk mengisolasinya sebagai pelanggaran hukum internasional. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: