News Ticker

Irak Hukum Mati 3 Warga Prancis Anggota ISIS

  • Bukalapak Hapus Donasi ACT
  • Makar
  • foto 22 Mei
  • KH Marzuky Mustamar
  • Buzzer, pegiat medsos, tempo
  • Screenshot Kades Tuban Hina NU dan Banser
  • Ilustrasi @Hoaks
  • Ciri-ciri Khawarij dan Teroris
  • Habib Umar bin Hafidz

Arrahmahnews.com, BAGHDAD – Pengadilan Irak telah menjatuhkan hukuman mati pada tiga warga negara Perancis atas keanggotaan mereka dalam kelompok teroris Daesh Takfiri/ISIS dan keterlibatan dalam aksi teror di seluruh negara Arab yang dilanda konflik itu serta di negara tetangganya, Suriah.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa ketiga warga Prancis itu adalah Kevin Gonot, Leonard Lopez dan Salim Machou. Mereka dihukum oleh pengadilan pidana di ibukota Baghdad pada hari Minggu (26/05) karena bergabung dengan Daesh, dan melakukan operasi kriminal. Mereka memiliki 30 hari untuk mengajukan banding.

Gonot, yang berperang di pihak Deash sebelum ditangkap bersama dengan ibu, istri dan saudara tirinya di Suriah oleh milisi Kurdi di Pasukan Demokrat Suriah itu, menurut kelompok riset Prancis Pusat Analisis Terorisme juga telah dihukum in absentia oleh pengadilan Prancis selama sembilan tahun penjara.

Baca: Irak Hukum Mati 4 Warga Asing Anggota ISIS

Sedang Machou adalah anggota teroris Brigade Tariq ibn Ziyad, yang melakukan serangan di Irak dan Suriah yang berdekatan dan merencanakan serangan lain di ibukota negara-negara Eropa seperti Paris dan Brussels.

Peneliti Perancis mengatakan Lopez melakukan perjalanan bersama istri dan dua anaknya ke kota Mosul di Irak utara yang strategis, sebelum memasuki Suriah.

Pada 3 Juni 2018, pengadilan Irak menghukum warga negara Perancis Melina Boughedir di penjara karena dicurigai menjadi anggota kelompok teror Daesh.

Ditangkap pada musim panas 2017 di Mosul, bekas ibukota de facto Daesh, Boughedir awalnya dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara oleh pengadilan pada Februari tahun lalu karena masuk secara “ilegal” ke Irak dan akan dideportasi ke negara asalnya.

Namun, pengadilan lain memerintahkan dia diadili kembali di bawah undang-undang anti-terorisme Irak dan wanita Prancis itu dinyatakan bersalah sebagai anggota Daesh.

Irak telah mengadili ratusan tersangka anggota Daesh, dimana banyak dari mereka ditangkap ketika penaklukan markas-markas mereka di seluruh Irak. Mereka yang ditangkap termasuk ratusan orang asing. (ARN)

Iklan
  • Bendera HTI dan ISIS
  • Perang Suriah dan Bashar Assad
  • Tol Sragen-Ngawi
  • Gus Nadir, Twitter, Said Didu
  • Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto HTI
  • Sidang MK
  • Soal People Power, Mantan Ketua MK 'Semprot' Amien Rais: Itu Tak Bijak

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: