News Ticker

Suriah dan Rusia Perkuat Posisi Militer untuk Hadapi Agresi Turki

  • Viral Video Emak-emak Fakfak bawa bendera merah putih
  • PM Israel
  • Wiranto, Penusukan, Menko Polhukam
  • Saudi Sebut Feminisme sebagai Ekstremis, Teroris sebagai Mujahidin
  • HTI Pakai 'Agama' untuk Lawan Pemerintah
  • Penggeledahan Rumah BW di Karanganyar
  • Bambang Widjojanto
  • Perempuan Alawy Disekap ISIS
  • Mustofa Nahrawardaya
  • Mbah Moen Nangis Saat Shalawatan

Arrahmahnews.com ALEPPO – Tentara Suriah dan Rusia mengirim sejumlah besar pasukan ke Hama Utara dan membangun posisi militer baru di sana untuk menghadapi kemungkinan agresi militer Turki, media Kurdi melaporkan pada Minggu (26/05/2019).

Situs berita Xber24 melaporkan bahwa pasukan Rusia telah membangun empat pos militer di kota Tal Rafat, Suriah Utara, untuk mendukung Angkatan Darat Suriah dalam perang melawan terorisme.

Kedatangan sejumlah besar pasukan Angkatan Darat Rusia berserta senjata berat ke pos-pos militer selama dua hari terakhir dan peralatan ke pangkalan-pangkalan ini, telah memperkuat pos militer mereka di kota Kashta’ar, Aleppo Utara, dan beberapa komandan baru juga telah ditunjuk untuk misi tersebut.

Sementara itu, dilaporkan bahwa bala bantuan militer Rusia datang ketika perbedaan meningkat antara pihak Turki dan Rusia setelah Ankara mendukung Tahrir al-Sham dalam serangannya terhadap Tentara Suriah.

BacaTentara Suriah Kembali Bebaskan Kota Kafr Naboudeh.

Menurut sumber militer di Aleppo, Tentara Suriah juga telah mengirim bala bantuan dari ibukota, Damaskus, dan Homs ke pedesaan selatan provinsi itu. Bala bantuan dilaporkan telah tiba di kota kunci Al-Hadher.

Sumber itu mengatakan kepada Al-Masdar bahwa Angkatan Darat Suriah sedang bersiap untuk melancarkan serangan di sekitar kota utama Tal Al-isEis, yang pernah dibebaskan selama serangan akhir 2015.

Dalam perkembangan yang relevan sebelumnya hari ini, surat kabar Rusia dalam sebuah laporan tentang upaya Ankara untuk mempersenjatai teroris di Suriah Utara, adalah pelanggaran mencolok atas Perjanjian Sochi, yang mengungkapkan dukungan Turki atas serangan militan terhadap Pangkalan Militer Humeimem di Provinsi Lattakia.

Setelah mengumumkan gencatan senjata oleh Tentara Suriah di provinsi Idlib pada 18 Mei, teroris meluncurkan serangan roket ke pangkalan militer Humeimem Rusia yang mengakibatkan pembicaraan telepon darurat antara pihak Rusia dan Turki, Russia Today mengutip harian Rusia Nezavisimaya Gazeta.

Surat kabar itu juga menambahkan bahwa situs berita yang berafiliasi dengan Tahrir al-Sham al-Hay’at (Dewan Pembebasan Levant atau Jabhat Al-Nusra) telah merilis foto-foto tentang serangan terhadap pangkalan militer Humeimem, dimana roket yang digunakan dalam serangan itu menggunakan bahasa Turki. Namun, foto-foto itu diambil berjam-jam kemudian.

Laporan itu juga mencatat bahwa serangan terhadap pangkalan militer Humeimem tidak mungkin terjadi tanpa dukungan Ankara, dan mengatakan bahwa Turki mempersenjatai para teroris yang menyerang pangkalan militer Humeimem.

Sementara itu, seorang ahli dari Pusat Penelitian Strategis Rusia Vladimir Ivosif mengkonfirmasi laporan itu, dan mengatakan bahwa akses teroris ke peluncur rudal modern hanya mungkin dari Turki.

Pangkalan Udara Hmeimim adalah pangkalan udara Suriah yang saat ini dioperasikan oleh Rusia, yang terletak di sebelah tenggara kota Lattakia. Pangkalan udara ini memiliki beberapa fasilitas lapangan terbang dengan Bandara Internasional Bassel Al-Assad. Status hukum pangkalan tersebut diatur oleh perjanjian Rusia dan Suriah yang ditandatangani pada Agustus 2015. Pada akhir 2017, Rusia mengatakan telah memutuskan untuk mengubah pangkalan Hmeimim menjadi komponen kontingen militer permanennya yang ditempatkan di Suriah. [ARN]

Iklan
  • Adegan Film Hayya
  • Akun IG Ali Baharsyah
  • Kerusuhan 22 Mei
  • Hanum Rais, Wiranto, Kriminal
  • Film The Santri

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: