News Ticker

Lavrov: Peningkatan Militer AS Hadapkan Timur Tengah pada Risiko Baru

Arrahmahnews.com, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan bahwa setiap peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah akan menghasilkan risiko baru.

“Adapun keputusan Presiden [Donald] Trump untuk mengirim 1.500 tentara di samping yang sudah dikerahkan di Timur Tengah dan wilayah Afrika Utara, yah, Anda tahu, selalu ketika potensi militer tumbuh, risikonya meningkat,” kata Lavrov kepada wartawan di Moskow pada hari Senin (26/05) setelah pertemuan dengan timpalannya dari Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla.

“Saya sangat berharap bahwa suara-suara yang masuk akal yang didengar dari (beberapa tokoh) Washington, termasuk mantan pemimpin militer, politisi, diplomat yang disegani tentang kecerobohan gagasan perang melawan Iran, akan didengar,” tambahnya.

Baca: GCC Terbelah Soal Dukungan Konfrontasi Amerika Melawan Iran

Amerika Serikat memicu ketegangan dengan Iran pada Mei 2018 ketika presiden AS menarik negaranya dari perjanjian nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan menerapkan kembali sanksi keras terhadap Republik Islam itu, meski mendapat kecaman global.

Ketegangan tersebut meningkat tajam pada peringatan pertama keluarnya Washington dari kesepakatan, yang dicapai antara Iran dan kelompok negara P5 +1 – Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China plus Jerman – pada 2015, ketika AS bergerak untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperketat sanksi minyaknya dan membangun kehadiran militernya di kawasan.

Washington telah mengirim bala bantuan militer, termasuk kelompok serangan kapal induk USS Abraham Lincoln, satu skuadron pembom B-52, dan baterai misil patriot, ke Timur Tengah.

Baca: Ilhan Omar: Trump Tabuh Genderang Perang terhadap Iran

Pada hari Jumat, Pentagon mengumumkan bahwa 1.500 tentara tambahan akan dikirim ke Timur Tengah, dalam apa yang para pejabat gambarkan sebagai tindakan “perlindungan pasukan” terhadap dugaan ancaman Iran. Trump juga mengklaim penyebaran itu “kebanyakan bersifat melindungi.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: