News Ticker

Wahyu Sutono: Di Tangan Jokowi Indonesia Jadi Macan Baru Asia Tenggara

Indonesia Macan Baru Asia Tenggara Wahyu Sutono: Di Tangan Jokowi Indonesia Jadi Macan Baru Asia Tenggara

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Ditangan Jokowi Indonesia mendapat julukan macan di Asia Tenggara (ASEAN). Predikat macan terkenal sebagai julukan bagi negara-negara Asia Timur yang ekonominya tumbuh pesat, dan hal yang sama sedang terjadi di Indonesia terutama berkat ekonomi digital atau ekonomi mobile.

Mengutip Forbes, Indonesia mendapat sorotan karena banyaknya penduduk usia muda, yakni 60 persen populasi berusia 40 tahun ke bawah. Selain itu, perkembangan mobile di Indonesia juga tinggi dengan 95% pengguna internet (142 juta orang) sudah memiliki smartphone.

Baca: Pengamat Ekonomi Bongkar Kebusukan Sudirman Said

Indonesia dipandang mirip dengan ekonomi Hongkong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan yang beberapa dekade lalu mendapat julukan macan ekonomi Asia berkat industrialisasi yang melesat, perdagangan, dan perkembangan finansial yang membawa ke pertumbuhan berkelanjutan bertaraf tinggi.

Berkat tingginya populasi pemuda dan banyaknya pengguna teknologi, maka Indonesia memiliki banyak pengguna mobile yang lihai dan masih muda.

Warga Indonesia disebut menghabiskan 206 menit sehari di media sosial, itu di atas rata-rata pengguna global, yakni 124 menit. Selain itu, 76% pengguna internet Indonesia belanja lewat smartphone, hingga menjadikan Indonesia sebagai negara tertinggi dalam hal mobile e-commerce alias belanja via gawai.

Baca: Jokowi Sang Macan Asia Versi Baru Ala Denny Siregar

Laporan oleh Google dan Temasek menyebut ekonomi internet di Indonesia bisa tumbuh hingga USD 100 miliar pada tahun 2025. Tak ayal Indonesia disebut digital archipelago karena memiliki 150 juta pengguna internet dan memiliki ekonomi internet hingga USD 27 miliar pada tahun 2018.

Investasi ventura dinilai sebagai sumber meroketnya ekonomi mobile Indonesia. Berinvestasi di Indonesia saat ini pun serupa seperti berinvestasi di China pada tahun 2008. Para unicorn-pun muncul di bermacam sektor berbeda, seperti e-commerce, online travel, dan transportasi online.

Forbes menyebut Indonesia memiliki peluang besar dalam hal pembayaran dan e-money. Google dan Temasek memprediksi e-commerce Indonesia akan mencapai USD 53 miliar di tahun 2025.

Akan tetapi, masih banyak orang Indonesia yang masih belum punya kartu kredit, yakni hanya 2,4 persen populasi. Sementara, layanan keuangan mobile dinilai lebih mudah dijangkau masyarakat mengingat banyaknya pengguna smartphone, alhasil layanan keuangan digital menjadi peluang besar di Indonesia.

Baca: #DennySiregar dan Jurus ‘Mabuk’ Jokowi Pusingkan Lawan dan Kawan

Tantangan signifikan dan hambatan lain yang dihadapi Indonesia adalah infrastruktur yang perlu ditingkatkan. Sebab, hal itu berdampak ke leletnya koneksi internet. Namun demikian, Indonesia dinilai sebagai tempat yang menarik dalam segi ekonomi mobile.

Beberapa ide yang potensial adalah aplikasi video untuk pemasaran atau mengembangkan influencer Youtube demi memasarkan suatu brand atau aplikasi. Hal penting lainnya adalah fokus kepada kebutuhan para wanita. Pasalnya mereka memiliki minat tinggi dalam melakukan pembelian sehingga menjadi target menarik bagi e-money. (ARN)

Sumber Akun Facebook Wahyu Sutono

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: