NewsTicker

HRW Desak Bahrain Batalkan Hukuman Mati atas Para Aktivis

NEW YORK – Human Rights Watch meminta para pejabat Bahrain untuk “segera” membatalkan hukuman mati yang diberikan kepada dua aktivis yang dituduh terkait terorisme.

“Terlepas dari retorikanya tentang reformasi, Bahrain bergerak ke arah yang salah dengan mengembalikan hukuman mati,” ujar Lama Fakih, wakil direktur di divisi Timur Tengah dan Afrika Utara yang bermarkas di New York.

Ia menambahkan, “Hukuman yang tidak dapat diubah ini kejam dalam semua kasus, tetapi terlebih lagi dalam kasus ini, di tengah bukti bahwa terdakwa telah disiksa dan tidak menjalani proses pengadilan yang adil. Hukuman mati adalah hukuman kuno yang harus segera dihentikan.”

Baca: PBB Prihatin atas Langkah Bahrain Cabut Kewarganegaraan 138 Penduduk

Fakih meminta negara-negara Eropa yang merupakan sekutu Bahrain untuk “menggunakan daya ungkit mereka untuk menekan” kerajaan Teluk Persia kecil itu guna menghapuskan hukuman mati, atau paling tidak, untuk mengembalikan moratorium eksekusi.

Pada 12 Mei, pengadilan banding tertinggi Bahrain menguatkan hukuman mati terhadap Zuhair Ibrahim Jassem dan Mohammad Mahdi.

Kedua pria itu ditangkap secara terpisah pada 9 Februari 2017 dan dijatuhi hukuman dengan 58 terdakwa lainnya pada 31 Januari 2018, dalam persidangan yang dinodai oleh tuduhan penyiksaan dan pelanggaran proses hukum. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: