News Ticker

Wahyu Sutono: Belajar Cinta dari Para Negarawan

Suami Istri Wahyu Sutono: Belajar Cinta dari Para Negarawan

Arrahmahnews.com, Jakarta – “Belajar kesetiaan konon katanya tidaklah mudah dilakukan oleh pasangan yang telah mapan dan memiliki segalanya. Tahta dan harta terkadang menggoda untuk mencari cinta dari pendamping baru bagi si pria”

Padahal untuk mencapai sebuah kesuksesan besar, umumnya tak mungkin terwujud bila tak didukung oleh wanita-wanita luar biasa yang mendampingi perjalanan hidupnya.

Karenanya, untuk bisa menjadi pasangan yang bisa saling setia, nampaknya harus belajar mesra dahulu agar kedua hati bisa terus dirajut dengan keharmonisan. Kali ini kita bisa belajar dari para pemimpin negara kita yang hingga akhir hayatnya mereka tetap saling menjaga kemesraan yang membuahkan kesetiaan.

Baca: Ali Valentino: Kesederhanaan BUNG KARNO dan BUNG JOKO

Lalu bagaimana dengan Bung Karno yang memiliki istri lebih dari satu? Kita masih bisa belajar juga dari kemesraan, kelembutan, dan kalimat indah yang bisa tetap menyejukkan istri, selain tetap bangga menjadi seorang istri proklamator. Bahkan seorang Ratna Sari Dewi (Nemoto Naoko) istri ke-6 yang berasal dari Jepang, saat ditinggal mangkat Bung Karno masihlah muda dan sangat cantik, namun ia berjanji tak akan menikah lagi.

Baca: Hebatnya Bung Karno Bentak Presiden Amerika di Gedung Putih

“Itu karena beliau ingin tetap menjadi seorang janda penuh cinta dari Presiden pertama Indonesia. Bila ia menikah lagi, maka predikat itu tentulah akan hilang, karena harus membawa nama suami yang baru”.

Baca: Dialog Sufi Soekarno dengan Prof Kadirun Yahya dan Kehebatan Shalawat

Tak bisa dimungkiri bahwa untuk mencapai puncak kesuksesan itu tentu sangatlah penting memiliki pasangan, utamanya bagi para calon pemimpin pria. Tengoklah wanita-wanita hebat pendamping presiden, atau wanita hebat yang menjadi presiden. Sehingga mengapa kita harus memilih presiden yang lengkap dengan pasangannya. Sampai disini mungkin makin bisa dipahami kan artinya pasangan hidup. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Wahyu Sutono

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: