News Ticker

Meski Sakit, 2 Tahanan Politik Bahrain Tak Diizinkan Peroleh Perawatan Medis

Tahanan Bahrain Meski Sakit, 2 Tahanan Politik Bahrain Tak Diizinkan Peroleh Perawatan Medis

Arrahmahnews.com, MANAMA – Penjaga penjara di Bahrain dilaporkan mencegah perawatan kesehatan dan pengobatan penghilang rasa sakit yang tepat untuk dua aktivis politik yang dipenjara oleh rezim Al Khalifah sebagai bagian dari tindakan keras terhadap para pembangkang politik dan aktivis pro-demokrasi di kerajaan kecil Teluk Persia tersebut.

Jaringan televisi Lualua melaporkan bahwa Advokat hak asasi manusia Bahrain, Ebtisam al-Saegh, pada hari Minggu mengatakan bahwa pihak berwenang di Penjara Jaw, yang terletak di selatan ibukota Manama, tidak mengizinkan perawatan untuk Hussein al-Fardan, 23 tahun, yang menderita anemia sel sabit dan meminta untuk dipindahkan ke rumah sakit.

Ayahnya dikatakan telah mengajukan beberapa pengaduan ke penjara dan badan pengawas terkait, tetapi langkah-langkah tersebut gagal memberi Hussein akses ke perawatan kesehatan.

Baca: Tahanan Politik Disiksa dan Dilecehkan di Penjara Bahrain

Tahanan lain, diidentifikasi sebagai Hussein Abdulaziz al-Mori, juga tidak boleh mendapat perawatan untuk ruam kulit dan ablasi retina.

Penjara Jaw yang terkenal kejam adalah fasilitas tahanan terbesar di Bahrain dan digunakan untuk menahan para demonstran damai, yang berpartisipasi dalam demonstrasi anti-rezim. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: