News Ticker

Palestina Rencanakan Gerakan Rakyat Lawan Kesepakatan Abad Ini Trump

Arrahmahnews.com, TEPI BARAT – Palestina sedang mempersiapkan “Gerakan Kebangkitan rakyat” untuk memprotes apa yang disebut sebagai “kesepakatan abad ini” Presiden AS Donald Trump yang akan diumumkan pada konferensi Bahrain akhir bulan ini.

Demonstrasi akan berlangsung saat berlangsungnya pertemuan pimpinan AS untuk membahas bagian pertama dari “rencana perdamaian” Washington itu, yang akan disampaikan oleh menantu laki-laki Trump, Jared Kushner di Manama pada 25-26 Juni.

Usulan kontroversial itu telah ditolak oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Mereka menyerukan boikot global atas acara yang dipandang sebagai platform untuk menjual hak-hak bangsa Palestina tersebut.

Baca: Abbas: Kesepakatan Abad Ini akan Pergi ke Neraka

Disebut-sebut bahwa isi “kesepakatan abad ini” akan “menegakkan pendudukan Israel serta menghapus hak-hak nasional dan hukum rakyat Palestina.

Detail kesepakatan belum diketahui secara pasti hingga hari ini. Hal ini diyakini melibatkan investasi yang direncanakan di Tepi Barat dan Gaza dengan imbalan Palestina menyerahkan hak-hak dan klaim sejarah tertentu.

Faksi-faksi PLO bersama dengan organisasi masyarakat sipil Palestina dan tokoh-tokoh independen mengadakan pertemuan di kota el-Bireh, Tepi Barat, untuk menyatukan sikap menghadapi konferensi yang akan dilangsungkan di Bahrain tersebut.

Baca: Pesan Idul Fitri Pemimpin Tertinggi Iran: Kesepakatan Abad Ini Trump Pasti Gagal

Mereka menyerukan “kebangkitan rakyat” bertepatan dengan konferensi yang dipimpin AS dan mendesak seluruh bangsa Palestina untuk bergabung dalam “tindakan untuk menggagalkan” kesepakatan abad ini “dan aspek ekonominya, dan menyuarakan penolakan mereka terhadap semua kebijakan Amerika.”

Juru bicara PLO, Wasel Abu Yusef, menegaskan kembali seruan kepada negara-negara Arab untuk memboikot konferensi dengan menegaskan “hak-hak rakyat Palestina tidak dapat diperjualbelikan dengan uang.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: