News Ticker

PERDANA! Pendiri WikiLeaks ‘Julian Assange’ Hadir di Pengadilan Inggris

  • Dr. Talal Atrissi
  • Atwan: Pasca Kegagalan KTT Warsawa, NATO ARAB Dipaksa Lahir
  • Makar Sri Bintang Pamungkas
  • Vladimir Putin
  • Reema Sulaiman
  • Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
  • Netizen Bongkar Skenario Jahat Haikal Hassan "Prabowo Minum Bir"
Julian Assange PERDANA! Pendiri WikiLeaks 'Julian Assange' Hadir di Pengadilan Inggris

Arrahmahnews.com, LONDON – Pendiri WikiLeaks, Julian Assange pada hari Jum’at (14/06) menghadapi sidang pengadilan Inggris pertamanya sejak AS mengajukan permintaan ekstradisi resmi atas tuduhan spionase, yang kemudian ditandatangani oleh sekretaris dalam negeri, Sajid Javid.

Jika permintaan ekstradisi terpenuhi, Assange dapat menghadapi delapan belas dakwaan spionase dari Departemen Kehakiman AS (US DoJ) di pengadilan distrik Virginia atas bocornya ratusan ribu dokumen rahasia tentang kejahatan perang militer AS di Irak dan 2010 Afghanistan, serta pelanggaran hak asasi manusia di Kamp Penahanan Teluk Guantanamo di Kuba, menanggung hukuman penjara hingga 175 tahun.

Baca: Bos WikiLeaks ‘Julian Assange’ Sakit Parah di Penjara Inggris

Warga Australia berusia 47 tahun itu terlalu sakit untuk tampil bulan lalu di persidangan di pengadilan hakim Westminster sehubungan dengan permintaan AS, menurut Guardian. Sidang telah dijadwalkan kembali untuk hari Jumat, dan tergantung pada kondisi Assange, dapat berlangsung di penjara Belmarsh tempat ia ditahan. Assange sekarang menjalani hukuman 50 minggu di Inggris karena melewatkan jaminan setelah dia menghabiskan tujuh tahun di kedutaan Ekuador di London untuk melarikan diri dari apa yang ia katakan adalah kasus bermotivasi politik terhadapnya.

Assange dicari di AS dan Swedia

Julian Assange, yang saat ini menjalani hukuman penjara 50 minggu karena melewati batas jaminan, menghadapi pengadilan di London pada hari Jumat untuk sidang ekstradisi.

Skenario yang telah diperingatkan akan dihadapi Assange selama bertahun-tahun akhirnya akan terjadi.

Amerika Serikat menuduhnya berkomplot untuk melakukan peretasan komputer, yang terancam dijatuhi hukuman maksimum lima tahun penjara.

Baca: Duta WikiLeaks: Assange Diperlakukan dengan Sadis

Penasihat pemerintah AS Ben Brandon sebelumnya mengatakan kepada Pengadilan Magistrasi Westminster bahwa kasus yang menjerat Assange melibatkan salah satu kompromi terbesar dari informasi rahasia dalam sejarah.

Itu termasuk ratusan ribu laporan kegiatan yang berkaitan dengan perang Afghanistan dan Irak dan 250.000 pesan kabel diplomatik AS.

Dia dituduh berkonspirasi dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS Chelsea Manning untuk memecahkan kata sandi untuk bisa mendapatkan akses ke informasi, yang kemudian diunggahnya di WikiLeaks.

Swedia juga telah membuka kembali penyelidikannya sendiri ke dalam dugaan pemerkosaan pada 2010 yang dibuat terhadap pendiri WikiLeaks.

Awal bulan ini, Pengadilan Distrik Uppsala menolak permintaan dari jaksa penuntut untuk menahannya secara in absentia. (ARN)

Iklan
  • Screenshoot Hoax di WAG
  • Tuduh Pemerintah Aktor Dibalik Bom Medan, Denny Siregar "Semprot" Busyro Muqoddas
  • Saiful Huda EMS
  • Joko Widodo
  • Orasi Kerakyatan Khofifah 'Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur'
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Tuduh Jokowi PKI, Dosen Unram Asal Lamongan Dipolisikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: