News Ticker

Denny Siregar: Geger Demokrat

Cuitan Andi Arief Denny Siregar: Geger Demokrat

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Denny Siregar menjelaskan tentang Geger di tubuh Demokrat.

Andi Arief meradang.. Politisi Demokrat yang pernah ke gep bersama wanita di sebuah apartemen ini, tiba-tiba mencuit garang, “”Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi Ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo dll”.

Dia menambahkan, “Menjadi makelar memang kerap menguntungkan, tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi”.

Baca: Babak Baru Perang Dingin Antasari Azhar dengan SBY

Ada apa di Demokrat? Sejak meninggalnya bu Ani Yudhoyono, partai ini adem saja sampai tiba-tiba ada api kecil yang berpotensi membesar.

Api itu datang dari dalam Demokrat sendiri. Max Sopacua dan kawan-kawannya, membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD). Panjang amat ya nama gerakannya, kayak kereta Surabaya-Jakarta.

Gerakan moral ini disebut Max untuk menyelamatkan Demokrat dari orang-orang yang merusak partai ini dari dari dalam. Tertuduhnya yaitu Andi Arief, Ferdinan “Superman” Htutahaean dan Rachland Nashidik. Kata Max, ketiga orang ini cuitan2nya malah merusak nama partai.

Tapi gerakan Max dan kawan-kawan ini dicurigai malah sedang menyiapkan kursi ketua umum Demokrat bukan kepada AHY, tapi justru kepada Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo.

Untuk menuju ke arah itu, kabarnya Max cs mendorong Kongres Luar Biasa KLB di partai Demokrat. Ini yang membuat sebagian orang di Demokrat meradang.

Baca: Demokrat: Wafatnya Bu Ani Sadarkan Kami Siapa Kawan, Siapa Lawan

Pilpres 2024, masih 5 tahun lagi. Tetapi persiapan dan genderang perang sudah ditabuh mulai sekarang.

Sandiaga dan Gatot, jika ingin maju harus punya kendaraan partai. Kalau minta dicalonkan, maharnya bisa sangat besar. Angkanya triliunan. Itu juga bisa aja cuma jadi sapi perahan. Jadi mungkin lebih hemat rebut saja partai orang.

Tentu SBY tidak akan terima. Dia sudah berkorban banyak anaknya AHY sampai harus keluar dari tentara untuk menjadi calon Presiden kelak, kok malah pengen ditendang. “Apa kata dunia?” Begitu mungkin keluhnya sambil mengambil gitar dan membuat satu album lagi yang berkesan.

Baca: Andi Arief: Demokrat Korban Politik Identitas BPN

Demokrat memang lumayan seksi. Dengan perolehan suara 7,7 persen meski selalu turun setiap 5 tahun, Demokrat masih punya gigi. Dan sebagai partai keluarga, tentu sang ayah tidak akan rela anaknya hanya menjadi penonton dalam pertandingan lima tahunan.

Demokrat sedang hangat-hangatnya sekarang.

Dan mungkin ini bisa jadi memunculkan ide dari Bambang Wijojanto dan Deny Indrayana, siapa tahu bisa jadi bahan gugatan di MK minggu depan? Judulnya bisa, “Demokrat sedang perang, dan ini pasti karena Jokowi yang curang..”

Kata Jokowi di kejauhan, “Enak aja. Gua suap kalian nanti.. happ.. haaapp” sambil manyun-manyun mengikuti mulut Jan Ethes yang mangap mencari es krim di sendok kakek tersayang. Udah sore ya? Mau seruput kopi dulu ah. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: