News Ticker

Atwan Ingatkan Keheningan Netanyahu atas Ketegangan AS-Iran

JAKARTA – Abdel Bari Atwan, pemimpin redaksi surat kabar Rai al-Youm, merujuk pada perkembangan terakhir di kawasan, mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah lama mengancam Iran, tiba-tiba takut berbicara untuk mendukung ancaman verbal AS terhadap Teheran.

“Mengapa Netanyahu diam saja akhir-akhir ini dan menggigit lidahnya, sementara dia sebelumnya selalu menggaungkan ancaman untuk memusnahkan Iran? Apakah itu terkait rudal yang ditembakkan ke Israel dari Utara, Selatan dan Timur? Apa yang terjadi dengan ‘Iron Dome’? Apakah sistem pertahanan rudal Patriot hancur dalam konfrontasi melawan rudal jelajah Yaman yang ditembakkan dari pegunungan Sa’adah?” Atwan menulis pada hari Minggu.

“Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di kawasan, keheningan Benjamin Netanyahu menunjukkan situasi yang sulit bahwa rezim terjebak, yang juga telah mengurangi peran regional sebagai pendukung negara-negara Arab tertentu. Keheningan juga mencerminkan ketakutan rezim karena menyadari bahwa negaranya akan menjadi salah satu target utama dari tanggapan militer Iran atau sekutunya, termasuk Hizbollah, Hamas dan Jihad Islam,” tambahnya.

BacaAtwan: Siapa Pecundang dalam Serangan Kapal Tanker?.

Atwan menegaskan serangan rudal baru-baru ini oleh Yaman terhadap bandara Saudi, dan menulis bahwa pihaknya memiliki pesan ke Israel bahwa bandara Tel Aviv akan menjadi sasaran dalam setiap serangan di masa depan oleh Hizbullah atau Hamas.

“Netanyahu yang saat ini juga menjabat sebagai tugas pelaksana kementerian pertahanan Israel tidak berani membuka mulutnya akhir-akhir ini dan meningkatkan ancaman – yang merupakan salah satu keahliannya – karena dia tahu jenis tanggapan pembalasan yang menunggunya,” ujar atwan.

Angkatan bersenjata Yaman melakukan serangan pembalasan drone di sebuah bandara darat daya Arab Saudi untuk kedua kalinya dalam seminggu.

Drone Qasif-2K Yaman menargetkan bandara di provinsi Asir pada Jumat dini hari, dua hari setelah serangan rudal jelajah oleh pasukan militer dan pejuang sekutu dari Komite Populer di fasilitas strategis Saudi.

Pada hari Rabu, Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, menyatakan bahwa sistem rudal darat ke udara buatan AS yang ditempatkan di bandara Abha tidak dapat mencegat rudal jelajah, yang katanya telah mengenai target yang ditentukan dengan sangat teliti.

Dia mencatat bahwa rudal menghantam menara pengamatan di bandara, yang berjarak sekitar 200 kilometer di utara perbatasan Yaman. Bandara tersebut melayani rute domestik dan regional, telah menyebabkan gangguan signifikan.

BacaUNICEF: Satu Ibu dan 5 Bayi Meninggal Tiap 2 Jam di Yaman.

Saree menyatakan bahwa serangan rudal ke bandara Abha adalah bagian dari tindakan pembalasan oleh tentara Yaman dan sekutunya dalam menghadapi kejahatan koalisi yang dipimpin Saudi terhadap orang-orang Yaman.

Arab Saudi juga mengkonfirmasi serangan pada hari Rabu, di mana Juru Bicara Koalisi Turki al-Maliki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rudal Yaman telah mengenai aula kedatangan bandara, hingga melukai 26 orang dan menyebabkan kerusakan material. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: