News Ticker

Rusia Tentang Operasi Idlib: Kami Tak Serang Warga Sipil

Arrahmahnews.com, NEW YORK – Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menekankan pada hari Selasa (18/06) bahwa Moskow menolak semua tuduhan serangan tidak pandang bulu di Suriah serta bahwa kendali Idlib harus dikembalikan dibawa pemerintah Suriah dan teroris yang tersisa harus dihilangkan untuk mencegah mereka menyebar ke wilayah lain.

“Kami dengan tegas menolak tuduhan melakukan serangan sembarangan, kami tidak melakukan serangan terhadap warga sipil,” kata Nebenzia sebagaimana dikutip Sputnik.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan sesi terbuka pada hari Selasa untuk membahas eskalasi kekerasan di barat laut Suriah. Pertemuan itu diminta oleh apa yang disebut troika kemanusiaan di Suriah, diwakili oleh Belgia, Jerman, dan Kuwait, sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam zona deeskalasi Idlib.

Baca: Duet Jet Tempur Rusia-Suriah Hajar Pertemuan Teroris di Idlib

Nebenzia mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa bahwa format pembicaraan Astana adalah satu-satunya cara untuk menstabilkan situasi di Suriah, menambahkan bahwa Moskow dan Ankara menolak untuk mengabaikan serangan teroris yang sedang berlangsung di negara itu.

Pada bulan Februari, selama pertemuan puncak keempat antara negara-penjamin proses Astana yang diadakan di Sochi, Presiden Rusia Vladimir Putin membahas dengan rekan-rekan Iran dan Turki langkah-langkah bersama yang diperlukan untuk normalisasi jangka panjang dari situasi di Suriah.

Baik Rusia dan Turki, bersama dengan Iran, adalah penjamin gencatan senjata di Suriah, setelah menandatangani perjanjian Astana tentang penciptaan zona deeskalasi Suriah pada tahun 2017.

Baca: Angkatan Udara Rusia Lancarkan Serangan Besar Hama dan Idlib

Sebelumnya pada bulan Juni, troika ini berusaha untuk mengadopsi pernyataan yang menyerukan gencatan senjata langsung di provinsi Idlib Suriah; Namun, Rusia menggunakan kekuatan veto untuk memblokir inisiatif tersebut, yang disebutnya sebagai pendekatan bias terhadap situasi di negara itu.

Sebagian besar provinsi Idlib dikendalikan oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), aliansi kelompok-kelompok jihad yang dipimpin oleh para teroris Front Nusra yang terkait dengan al-Qaeda.

Sementara itu, Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengatakan pada hari Selasa bahwa selama 24 jam terakhir, pihaknya telah mendaftarkan 11 pelanggaran gencatan senjata di provinsi Latakia dan Hama dalam zona deeskalasi Idlib Suriah. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: