News Ticker

Bloomberg: AS Bersiap Jatuhkan Sanksi untuk Lumpuhkan Perekonomian Turki

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan tiga paket sanksi yang bisa melumpuhkan ekonomi Turki terkait keputusan Ankara untuk memperoleh sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Mengutip tiga orang yang tidak disebutkan namanya yang akrab dengan masalah ini, jaringan berita televisi Bloomberg, melaporkan pada hari Rabu (19/06) bahwa serangkaian sanksi paling parah yang sedang dibahas antara pejabat di Dewan Keamanan Nasional dan departemen Negara dan Departemen Keuangan itu akan melumpuhkan perekonomian Turki yang bermasalah, dan akan menjadi tambahan untuk Ankara dari program jet tempur F-35.

Usulan sanksi dengan dukungan terbanyak akan menargetkan beberapa perusahaan di sektor pertahanan utama Turki di bawah Undang-Undang Penentang Lawan Amerika melalui Sanksi Sanksi (CAATSA).

Baca:Turki: Ancaman Kongres AS soal Pembelian S-400 Rusia Tak Bisa Diterima

Sanksi itu secara efektif bakal melumpuhkan perusahaan itu dari sistem finansial AS. Membuat mereka tidak bisa membeli komponen atau menjual produknya ke AS.

Saat dikonfirmasi, Kementerian Keuangan langsung melemparkannya kepada Kementerian Luar Negeri yang belum memberi komentar.

Namun, mata uang Turki lira dilaporkan turun 1,5 persen Rabu ini.

Hubungan kedua negara memanas setelah Presiden Recep Tayyip mengumumkan negaranya akan membeli sistem rudal dengan kode NATO SA-21 Growler tersebut. AS kemudian mengancam untuk mengeluarkan Turki dari F-35 karena S-400 tidak bisa bersanding dengan jet tempur itu.

Baca: Amerika Ultimatum Turki Tinggalkan Kesepakatan Pembelian S-400 Rusia Sebelum Akhir Juli

Turki ambil bagian dalam program senjata termahal AS tersebut dengan memproduksi komponen F-35, dan berniat memesan jet tempur yang diproduksi Lockheed Martin itu.

Berdasarkan sumber, Washington bakal menjatuhkan sanksi itu pada Juli mendatang. Atau ketika Turki mulai menerima sistem rudal tersebut.

Presiden Donald Trump dilaporkan belum mengambil sikap sebelum KTT G20 di Osaka, Jepang, akhir Juni ini di mana ia berkesempatan bertemu Erdogan.

Menurut tiga pejabat Turki, sejauh ini pemerintahan Erdogan menentang sanksi itu dan beralasan kepercayaan mereka terhadap Gedung Putih telah hancur.

Trump saat ini tengah menerima tekanan bipartisan dari Kongres yang menghendaki pemerintahannya untuk tegas dalam bersikap terhadap Ankara.

Menurut para pemimpin Kongres, pemberian sanksi melalui CAATSA adalah wajib dan tidak mungkin Turki bisa menghindarinya jika mereka tetap membeli S-400.

Sumber itu melanjutkan, S-400 dianggap sebagai wadah bagi Rusia dalam mengumpulkan informasi intelijen, dan AS terus merayu supaya membeli sistem rudal Patriot.

Meski Trump terkesan menahan diri, dia pernah menggandakan tarif untuk produk baja Turki setelah Ankara menolak melepaskan pendeta Andrew Brunson Agustus lalu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: