NewsTicker

Studi: Tingkat Bunuh Diri di AS Tertinggi sejak Perang Dunia II

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Tingkat bunuh diri di Amerika Serikat telah mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dunia II, dengan penduduk asli Amerika menjadi korban paling banyak. Hal ini diungkap sebuah studi baru oleh pemerintah AS.

Menurut penelitian tahunan yang diterbitkan oleh Pusat Statistik Kesehatan Nasional, yang merupakan bagian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Pada 2017, 14 dari setiap 100.000 warga Amerika meninggal karena bunuh diri, naik 33 persen sejak 1999.

Badan kesehatan federal mengatakan dalam laporannya yang diterbitkan pada hari Kamis (20/06) bahwa tingkat pada 2017 ini adalah tingkat bunuh diri tertinggi yang tercatat di AS sejak 1942.

Baca: Salah Tembak, Seorang Ibu di Amerika Bunuh Putrinya Sendiri

Menurut penelitian itu, mereka yang diidentifikasi sebagai orang-orang Indian Amerika atau Pribumi Alaska memiliki peningkatan tertinggi di antara semua ras dan kelompok etnis.

Penelitian ini termasuk data federal tentang kematian di Amerika Serikat dari tahun 1999 hingga 2017.

Data menunjukkan bahwa kematian bunuh diri meningkat secara signifikan untuk semua kelompok ras dan etnis untuk pria dan wanita.

Penelitian itu menemukan bahwa secara keseluruhan, remaja Indian dan Alaska asli Amerika diantara usia 15-44 tahun memiliki tingkat bunuh diri tertinggi untuk pria dan wanita pada 2017.

Baca: Mantan Penasehat Keuangan Gedung Putih Tewas Bunuh Diri

Sebuah laporan CDC yang diterbitkan tahun lalu menemukan bahwa tingkat bunuh diri meningkat 25 persen di seluruh Amerika Serikat antara 1999 dan 2016.

“Hampir 45.000 orang Amerika meninggal karena bunuh diri pada tahun 2016, menjadikannya penyebab kematian ke-10 paling umum tahun itu,” lapor CDC. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: