NewsTicker

Trump Perintahkan Serang Iran Tapi Buru-buru Dibatalkan

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Presiden Trump sempat menyetujui serangan militer terhadap Iran yang sedianya dilancarkan sebelum fajar Hari Jum’at (21/06) kemarin, tetapi menarik diri kembali perintah itu pada pada Kamis malam, beberapa jam sebelum serangan dilakukan. Laporan New York Times mengungkap hal ini.

Surat kabar itu mengutip dari para pejabat militer dan diplomatik yang mengatakan bahwa presiden AS pada awalnya menyetujui serangan terhadap sejumlah sasaran Iran, seperti radar dan baterai rudal.

“Operasi itu sedang dalam tahap awal ketika dibatalkan,” kata Times, mengutip pernyataan apa yang mereka sebut sebagai pejabat senior administrasi Trump.

Baca: Ahli Eropa: Iran Permalukan Drone Tercanggih Amerika

“Pesawat-pesawat berada di udara dan kapal-kapal berada di posisi, tetapi tidak ada rudal yang ditembakkan ketika datang perintah untuk mundur,” kata pejabat itu.

Sumber itu mengatakan bahwa pasukan AS disiapkan untuk menyerang sekitar jam 2 pagi waktu setempat untuk serangan, maka tidak ada yang terjadi. Rencana untuk menyerang dikatakan masih berjalan pada jam 6:30, bahkan jam 7 malam.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Newsweek bahwa di antara target yang ditunjuk AS adalah sistem rudal permukaan-ke-udara S-125 Neva / Pechora dan sistem Soviet yang dikenal dengan aliansi militer Barat NATO sebagai SA-3 Goa.

Baca: Putin: Perang AS Melawan Iran Dapat Ciptakan Bencana di Timur Tengah

Militer AS mengklaim senjata ini digunakan oleh IRGC untuk menembak jatuh pesawat RQ-4A Global Hawk milik Angkatan Laut. Namun, Iran telah secara resmi menyatakan bahwa mereka menggunakan peluncur erektor dan radar pengangkut Khordad ke-3 yang diproduksi di dalam negeri, sebuah varian dari sistem rudal darat-ke-udara Raad buatan lokal.

Trump pada awalnya mengeluarkan serangkaian ancaman pembalasan, bersikeras bahwa RQ-4 Global Hawk terbang di atas perairan internasional ketika dijatuhkan oleh rudal Iran.

Namun, koordinat GPS yang dikeluarkan oleh Iran menempatkan drone itu delapan mil dari pantai negara itu, di dalam 12 mil laut dari pantai, yang merupakan perairan teritorial Iran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: