News Ticker

Di Arab Saudi, Pompeo Ulangi Kebohongan Mengerikan Soal Perang Yaman

Arrahmahnews.com, RIYADH – Mike Pompeo sedang dalam perjalanan ke Arab Saudi dan UEA minggu ini, dan dalam kunjungan ini, ia memilih untuk mengulangi beberapa kebohongan yang lebih mengerikan tentang Yaman. Editor Senior dari The American Conservative, Daniel Larison, mengungkap hal ini dalam artikelnya, Senin (24/06).

“Pompeo sangat tidak jujur di sini. Konflik di Yaman memang dimulai sebagai perang saudara dan sampai batas tertentu masih merupakan pertarungan antara berbagai faksi Yaman,” katanya.

“Tetapi ada juga agresi internasional terhadap Yaman yang dilakukan oleh Saudi dan UEA dalam mendukung pemerintah Hadi yang sudah tidak dikehendaki. Intervensi yang dipimpin Saudi dimulai pada Maret 2015 yang secara signifikan meningkatkan dan mengintensifkan konflik, dan telah menjadi blokade dan perang ekonomi mereka melawan Yaman selama empat tahun terakhir dimana telah mendorong negara itu ke dalam jurang maut,” tambahnya menegaskan siapa pencipta krisis kemanusiaan sebenarnya di Yaman.

Baca: Pompeo Kunjungi Arab Saudi dan UEA untuk Bentuk Koalisi Global Melawan Iran

Dalam kunjungannya, Pompeo kembali menuduh bahwa serangan yang dilancarkan Pasukan Yaman ke Bandara Abha dan Jizan jelang kunjungannya ke Arab Saudi diprakarsai oleh Iran untuk mengancam keselamatannya dan warga Amerika lainnya. Kunjungan Pompeo ini memang dimaksudkan untuk menggalang dukungan Saudi dan sekutunya pasca Iran menembak jatuh drone AS yang menyusup ke wilayah udara negara itu.

Larison menekankan bahwa Iran sangat sedikit hubungannya dengan semua ini. Menurutnya Iran tentu tidak “memahami” hal-hal ini, dan Iran bukan yang “melanggengkan” hal-hal tersebut.

“Adalah sangat salah untuk menyalahkan penderitaan bangsa Yaman kepada Iran, padahal sesungguhnya musuh regional Iranlah (Saudi Cs) yang telah menghancurkan dan membuat negara itu (Yaman) kelaparan dengan alasan memerangi pengaruh Iran. Pengaruh itu telah dibesar-besarkan sejak awal untuk memberikan alasan bagi perang yang tidak dapat dipertahankan dan mengerikan ini, dan AS dengan tidak tahu malu telah memanjakan Saudi dan Emirat dengan mengulangi propaganda ini, jelasnya.

Baca: Iran: Sanksi Baru AS Bukti Nyata Negara Itu Abaikan Hukum Internasional

Larison lebih jauh menyebut bahwa semua pihak dalam konflik berbagi tanggung jawab atas kondisi yang memburuk di Yaman, tetapi tuan rumah Pompeo minggu ini, yaitu Arab Saudi dan UEA, adalah yang memikul tanggung jawab paling besar karena telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia disana.

“Jika ada yang bisa disalahkan karena menciptakan dan mengabadikan krisis kemanusiaan di Yaman, maka itu adalah pemerintah Saudi dan Emirat yang telah didukung AS selama bertahun-tahun,” ujarnya.

“Kebiasaan Pompeo untuk mencoba menyematkan segala sesuatu yang salah di kawasan terhadap Iran adalah melelahkan, tidak jujur, dan memberi orang-orang Saudi dan UEA izin bebas untuk terus melakukan kejahatan perang dan membuat penduduk kelaparan. Setiap hari Pompeo mewakili AS di luar negeri, ia membawa aib dan rasa tidak hormat bagi jabatan dan negaranya,” ujarnya menyimpulkan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: