News Ticker

Trump Umumkan Ingin Temui Kim Jong-Un di Perbatasan Korut-Korsel

Arrahmahnews.com, OSAKA – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ) antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Trump, yang saat ini berada di Jepang, mengatakan dalam postingan Twitternya pada Hari Jumat bahwa ia dapat bertemu Kim setelah meninggalkan Tokyo menuju Korea Selatan.

“Setelah beberapa pertemuan yang sangat penting, termasuk pertemuan saya dengan Presiden Xi dari China, saya akan meninggalkan Jepang menuju Korea Selatan (dengan Presiden Moon). Sementara di sana, jika Ketua Kim Korea Utara melihat ini, saya akan menemuinya di Perbatasan/ DMZ hanya untuk menjabat tangannya dan berkata Halo (?)!

Baca: Korut: Kim Jong-Un akan Serius Renungkan Surat Istimewa Trump

Tawaran Trump ini disampaikan setelah utusan khusus AS Stephen Biegun sebelumnya pada hari itu mengatakan bahwa Washington siap untuk mengadakan pembicaraan konstruktif dengan Pyongyang tentang perjanjian denuklirisasi yang dicapai oleh kedua negara tahun lalu di Singapura.

Biegun mengatakan kepada rekannya dari Korea Selatan, Lee Do-hoon, bahwa Washington ingin membuat kemajuan “simultan, paralel” pada kesepakatan yang dicapai pada pertemuan puncak antara Trump dan Kim di Singapura tahun lalu, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kedua belah pihak sepakat untuk membangun hubungan baru dan bekerja menuju denuklirisasi Semenanjung Korea.

Tetapi perundingan terhenti sejak pertemuan puncak kedua di Vietnam pada Februari gagal, karena kedua pihak tak berhasil mempersempit perbedaan antara seruan AS untuk tuntutan denuklirisasi dan tuntutan Korea Utara untuk pengangkatan sanksi.

Baca: Abaikan Trump, Kim Jong-un Akan Temui Putin Minggu Depan

Ketua Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Choe Ryong Hae dalam sebuah pidato pada hari Jumat memuji pencapaian Kim bahwa “keputusan strategis dan kegiatan eksternal proaktif Kim Jong Un membawa” keberhasilan KTT Singapura pada 12 Juni, dan “kembali membangun hubungan antara DPRK (Korea Utara) dan negara-negara besar,” tulis media pemerintah Korea Utara KCNA pada hari Sabtu.

“Pemerintah DPRK akan bekerja keras untuk mengembangkan ikatan persahabatan dan kerja sama dengan semua negara yang menghormati kedaulatan DPRK dan ramah terhadapnya,” kata Choe, dikutip KCNA.

Trump mengatakan sebelum berangkat ke KTT G20 Osaka dia tidak berekspektasi untuk bertemu dengan Kim selama perjalanannya.

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan minggu ini bahwa pertukaran surat baru-baru ini antara Trump dan Kim meningkatkan harapan untuk memulai kembali pembicaraan, menyebutnya “kemungkinan yang sangat nyata.”

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa Kim telah mengiriminya kartu ulang tahun dan Trump mengiriminya surat sebagai balasan.

KCNA mengatakan surat Trump memiliki “isi yang luar biasa” dan Kim akan “serius merenungkannya”, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai isi surat tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan secara terbuka bahwa ia telah menerima “surat indah” yang sangat hangat dari Kim. Dia belum membocorkan isinya, tetapi pejabat Gedung Putih, yang tidak ingin disebutkan namanya, menggambarkan surat itu “sangat berbunga-bunga.”

“Presiden Trump mencoba melakukan pertemuan puncak dengan Ketua Kim melalui Twitter ketika pejabat Gedung Putih kemungkinan besar telah mencoba – dan gagal untuk mengatur pertemuan seperti itu melalui saluran diplomatik atau Korea Selatan resmi,” kata Harry J. Kazianis dari Center for the National Interest.

Jika pertemuan itu terjadi, “sementara tidak ada perjanjian besar akan ditandatangani, kedua belah pihak dapat menegaskan kembali komitmen mereka untuk dialog dan diplomasi, pada dasarnya mengatur ulang pemahaman untuk kesepakatan masa depan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,” tambah Kazianis. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: