Headline News

UEA Tarik Sejumlah Besar Pasukan dari Yaman

Arrahmahnews.com, ABU DHABI – Uni Emirat Arab (UEA) menarik sejumlah besar pasukan dari negara yang mereka perangi Yaman, diduga khawatir akan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Reuters yang mengutip dari 4 diplomat Barat pada Hari Jum’at (28/06) menyebut bahwa penarikan itu terjadi karena Abu Dhabi ingin agar pasukan dan militer mereka “siaga di dalam negeri” menyusul ketegangan baru-baru ini di wilayah Teluk Persia.

Ketegangan terjadi setelah Amerika Serikat mengetengahkan retorikanya terhadap Iran, mengumumkan penyebaran pasukan tambahan ke wilayah Teluk Persia untuk melawan “ancaman” yang tidak ditentukan dari Iran pada awal Mei.

Baca: AS dan Uni Emirat Arab Kuasai Ladang-ladang Minyak Yaman

Seminggu kemudian, empat kapal tanker minyak disabotase di pelabuhan laut UEA Fujairah. Awal bulan ini, dua tanker minyak lainnya rusak akibat ledakan di Teluk Oman.

Pada hari Rabu, UEA mengatakan tidak ada bukti yang “jelas, ilmiah dan meyakinkan” untuk menyalahkan siapapun atas serangan tersebut, berbeda dengan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang tanpa bukti menuding Iran bertanggung jawab.

Perbedaan pendapat oleh UEA ini terjadi setelah Iran menembak jatuh pesawat mata-mata multi-juta dolar AS karena melanggar wilayah udara mereka. Insiden yang mengejutkan para pejabat militer Amerika serta sekutu negara itu di kawasan.

Baca: MEMANAS! Uni Emirat Desak Saudi Tarik Dukungan atas Mansur Hadi di Yaman

Berbicara tentang ketegangan baru-baru ini dan penarikan UEA, seorang diplomat Barat mengatakan bahwa negara Arab itu telah secara efektif menarik “banyak” pasukannya dalam tiga minggu terakhir.

Namun, seorang pejabat senior Emirati yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi bahwa yang ditarik hanyalah “beberapa pasukan” dari Yaman, mengklaim bahwa Abu Dhabi tidak berusaha menarik diri dari negara itu dan masih berkomitmen pada “koalisi” militer yang dipimpin Saudi.

Pejabat itu menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang jumlah dan lokasi pergerakan pasukan.

Penarikan pasukan terjadi ketika koalisi pimpinan Saudi baru-baru ini berada di bawah banyak tekanan dari gerakan Houthi dan pasukan bersenjata Yaman.

Dalam dua bulan terakhir, pasukan Yaman telah meluncurkan serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap fasilitas vital Saudi, termasuk instalasi minyak, bandara dan baterai pertahanan udara sebagai tanggapan atas serangan yang tak henti-hentinya yang dipimpin oleh Saudi ke negara mereka. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: