News Ticker

IMN: Sheikh Ibrahim Zakzaky Diracun dalam Penjara Nigeria

Arrahmahnews.com, ABUJA – Ulama Muslim Nigeria, Sheikh Ibrahim Zakzaky, yang telah dipenjara selama empat tahun, menurut dokter yang memeriksanya, telah diracuni dalam penjara.

Anggota Gerakan Islam Nigeria (IMN) mengumumkan bahwa ulama mereka telah diracun, mengutip hasil penyelidikan oleh Forum Akademik gerakan itu, yang menemukan zat beracun tingkat tinggi dalam darahnya.

Berdasarkan temuan, tingkat toksisitas tinggi telah didiagnosis dalam darah ulama ini, yang telah memperburuk kondisi kesehatannya.

Baca: Tim Medis Didampingi Komisi HAM Berhasil Dapatkan Akses Kunjungi Sheikh Zakzaky

Tim hukum Zakzaky telah lama menyerukan pembebasannya, mengatakan bahwa ia menderita masalah kesehatan yang memerlukan perawatan medis mendesak di luar negeri, tetapi pengadilan tinggi negara di Kaduna menolak permintaan tersebut.

Sebuah tim medis yang memeriksa Zakzaky di penjara telah memperbarui permohonan agar ia dibebaskan, dengan mengatakan kadar zat kimia beracun, timah, sangat tinggi dalam darahnya sehingga memerlukan perawatan medis segera.

Sebuah tim medis yang dikirim oleh International Healthcare Research Center (IHRC) ke Nigeria pada bulan April mengatakan bahwa ulama yang dipenjara itu sangat membutuhkan perawatan medis yang hanya dapat diakses sepenuhnya di luar Nigeria.

Baca: Meski Ditahan, Sheikh Zakzaky Tetap Berbagi di Bulan Ramadhan

Sheikh Zakzaky, yang berusia pertengahan enam puluhan, kehilangan penglihatan kirinya dalam serangan tahun 2015 oleh pasukan keamanan, yang menewaskan lebih dari 300 pengikutnya. Tiga putranya termasuk diantara mereka yang tewas. Istrinya juga menderita luka serius.

Ia telah ditahan bersama istrinya dan sejumlah besar pengikutnya sejak saat itu.

Pada tahun 2016, pengadilan tinggi federal Nigeria memerintahkan pembebasan tanpa syarat untuk sang Sheikh setelah persidangan, tetapi pemerintah Nigeria menolak perintah pengadilan untuk membebaskannya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: