NewsTicker

Sejarah Berdarah Khilafah

Sejarah Berdarah Khilafah Sejarah Berdarah Khilafah

Arrahmahnews.com, Jakarta – Sejarah berdarah Khilafah. Berikut penjelasan dari beberapa ulama muda:

Akun twitter Nadirsyah Hosen @na_dirs ”Lihat apa yang yang terjadi saat perebutan kekuasaan di masa Khilafah Umayyah dan Abbasiyah.

Viralkan….

Biar anak muda bangsa terbuka matanya.

“Bersyukur hidup damai dan aman di NKRI”

Baca: WASPADA KHILAFAH.. Perusuh Negara Berlindung Dibalik Jubah Politik dan Ormas

Akun twitter Ulil Abshar-Abdalla ‪@ulil “Mereka yg mengglorifikasi sistem khilafah perlu membaca data2 semacam ini. Sejarah khilafah itu sejarah duniawi, bukan sejarah agama. Karena itu ada sisi gelapnya, ada sisi terangnya. Sama dg sejarah sistem2 duniawi yg lain”.

Baca: Rencana Besar Khilafah di Indonesia, Waspadalah!

Para pemuja khilafah, apakah pernah membaca sejarah khilafah setelah era khulafaur rasyidin? Jangan-jangan mereka cuma mengkhayal saja, tanpa mau tahu gimana berdarah-darahnya “khilafah” di era dinasti Umayah, Abbasiyyah hingga berakhirnya di abad 20.

Yuk, kita baca sekilas beberapa kejadian di era kekhalifahan Umayah transisi ke Abbasiyah dan era Abbasiyah ini. Sumber dr beberapa kitab seperti Tarikh Thobari, Tarikh Ibnu Katsir bukan hasil mengkhayal.

Baca: #DennySiregar: Inilah Dibalik Topeng Khilafah

Pertama, Era bani Umayah. Setelah Marwan bin Hakam meninggal dibunuh oleh istrinya sendiri, khalifah selanjutnya adalah anaknya yaitu Abdul Malik bin Marwan. Sementara di Mekah, Abdullah bin Zubair juga diangkat sebagai khalifah. Jadi ada 2 kekhalifahan, Abdullah bin Zubair di Mekah dan Abdul Malik bin Marwan di Syam.

Singkat cerita Abdul Malik bin Marwan memerintahkan para panglima perangnya termasuk Hajaj bin Yusuf untuk menyerang Abdullah bin Zubair hingga meninggal. Tragisnya lagi, kepala beliau dipenggal, tubuhnya disalib dan diarak keliling kota.

Kakbah pun terbakar terkena hantaman api dari manjanik-manjanik yang dibawa oleh tentara khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Syam.

Kedua, Transisi kekhalifahan Umayah ke Abbasiyah.
Ketika kekuasaan bani Umayyah runtuh, berganti dengan bani Abbasiyah, keturunan Umayah diburu dan dihabisi. Salah satu ceritanya ketika khalifah As-Saffah menjamu makan para tokoh umayah. Namun kemudian semua tokoh umayah tersebut dibantai. Kemudian saat mereka meregang nyawa, digelar permadani di atas tubuh-tubuh mereka dan khalifah as-safah beserta pengikutnya menikmati makan di atas permadani tersebut.

Sadis ya…

Ketiga, Era dinasti Abbasiyah. Kalau bani Umayah memerintah hanya 100 tahunan, era Abbasiyah lebih lama lagi hingga 500 tahun. 
Khalifah silih berganti memimpin. Namun kekuasaan sering kali didapat dengan cara membunuh khalifah sebelumnya. Contohnya:

a. Khalifah ke-18 Al Muqtadir dipenggal kepalanya.

b. Khalifah ke-19 Al Qahir dicongkel matanya.

c. Khalfiah ke-21 Al Muttaqi dicongkel matanya.

d. Khalfiah ke-22 Al Mustakfi dicongkel matanya.

Kemudian ada yang ngeles, apakah dengan penerapan demokrasi lebih baik? Setidaknya demokrasi dibuat oleh manusia, bisa terus dilakukan perbaikan. Sedangkan khalifah menurut kalian sesuatu yang sakral berasal dr Tuhan yang tidak bisa dikritisi. Jadi masih ngeyel ingin tegakkan khilafah? Kalau saya NO. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Sunarko Narkosun

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: