News Ticker

Kemesraan Putra Mahkota Saudi dan Dubai Bubar

  • Dr. Talal Atrissi
  • Atwan: Pasca Kegagalan KTT Warsawa, NATO ARAB Dipaksa Lahir
  • Makar Sri Bintang Pamungkas
  • Vladimir Putin
  • Reema Sulaiman
  • Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
  • Netizen Bongkar Skenario Jahat Haikal Hassan "Prabowo Minum Bir"

Arrahmahnews.com RIYADH – Dua pangeran mahkota muda Arab Saudi dan UEA yang memiliki andil terbesar dalam mendukung terorisme Takfiri dan destabilisasi Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, kini berselisih dan membebaskan diri dari rawa-rawa perang Yaman.

Nour News dalam laporannya pada hari Minggu, mengatakan perbedaan antara Pengeran Mohammed bin Salman dan Mohammed bin Zayed tentang perang Yaman telah meningkat dan menyebar ke kehidupan pribadi mereka.

Pernyataan itu merujuk pada komentar pekan lalu oleh Hatice Cengiz, tunangan jurnalis yang disembelih Jamal Khashoggi, yang menunjuk pada keheningan putra mahkota Saudi atas laporan Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard, yang menemukan “bukti yang dapat dipercaya” untuk menyelidiki lebih lanjut pejabat Saudi, termasuk putra mahkota sendiri, dan menyatakan bahwa dia telah lama menyadari peran bin Salman dalam kematian Khashoggi.

BacaPasukan Yaman Tewaskan Belasan Tentara Bayaran Saudi di Najran.

Nour News menggarisbawahi bahwa kemunculan kembali tunangan Khashoggi di ambang pertemuan puncak G20 menyoroti kembali peran bin Salman dalam pembunuhan itu, dan menambahkan bahwa para pejabat Saudi percaya bahwa agen mata-mata UEA dan Mohammed bin Zayed, sendiri, berperan dalam kasus Khashoggi.

Menurut situs berita, Saudi juga tidak berdiam diri terhadap rencana pihak Emirat, dan para perwira intelijen Saudi baru-baru ini, yang mengadakan pertemuan dengan istri penguasa Dubai Sheik Mohammed bin Rashid al-Maktoum yang telah meninggalkannya dan melarikan diri ke Jerman dengan dua anak mereka serta membawa lari uang senilai $ 56 juta.

Sumber informasi dikutip oleh Nour News mengatakan bahwa Emirat sekarang khawatir bagaimana rencana Saudi untuk menggunakan informasi rahasia yang dimiliki Putri Haya bint Al Hussein, istri keenam Syekh dan saudara perempuan raja Yordania, tentang UEA.

Haya telah meminta suaka di Jerman dan telah mengajukan cerai dari suaminya. Keputusannya untuk melarikan diri ke Jerman telah memicu krisis diplomatik dengan Berlin, karena menolak permintaan penguasa Dubai untuk mengembalikan sang putri dan kedua anaknya.

BacaUEA Tarik Sejumlah Besar Pasukan dari Yaman.

Sheikh yang juga wakil presiden dan perdana menteri UEA telah meminta pihak berwenang di Berlin untuk mengembalikan sang putri bersama dengan putra mereka Zayed dan Al Jalila, masing-masing berusia 7 dan 11 tahun. Permintaannya telah ditolak, dan otoritas Jerman juga memberikan keamanan kepada sang putri yang dikenal di kalangan sosial dan diplomatik.

Kepergian istrinya menjadi pukulan besar bagi Sheikh Mohammed, dimana sebelumnya putrinya Sheikha Latifa juga meninggalkan negara itu pada bulan Maret tahun lalu. Putri Latifa melarikan diri dari negara itu melalui laut, kemudian ditangkap di lepas pantai Goa oleh otoritas India. Dia kemudian kembali ke Dubai dan tidak pernah terlihat secara publik sejak itu. [ARN]

Iklan
  • Screenshoot Hoax di WAG
  • Tuduh Pemerintah Aktor Dibalik Bom Medan, Denny Siregar "Semprot" Busyro Muqoddas
  • Saiful Huda EMS
  • Joko Widodo
  • Orasi Kerakyatan Khofifah 'Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur'
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Tuduh Jokowi PKI, Dosen Unram Asal Lamongan Dipolisikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: