Amerika

China: Tekanan Maksimum AS Picu Reaksi Nuklir Iran

Arrahmahnews.com, BEIJING – China mengatakan bahwa pihaknya menganggap kebijakan yang selama ini disebut-sebut Presiden AS Donald Trump sebagai “tekanan maksimum” terhadap Iran menjadi alasan yang mendasari keputusan pembalasan negara itu untuk mengurangi lebih banyak komitmennya di bawah kesepakatan nuklir multilateral 2015, yang ditinggalkan Washington tahun lalu.

“Kami telah menekankan pada banyak kesempatan sebelumnya bahwa tekanan maksimum AS adalah penyebab utama dari ketegangan yang saat ini meluap,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada konferensi pers reguler di Beijing pada hari Selasa (02/07) sebagaimana dilaporkan AFP.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, sebelumnya pada hari Senin mengumumkan bahwa pengayaan uranium Teheran telah melampaui batas 300 kilogram yang ditentukan dalam paragraf 26 dan 36 dari kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Baca: China: Langkah AS Hapus Pengecualian Sanksi Iran Intensifkan Gejolak Pasar Global

Hal ini dilakukan Teheran sebagai bagian dari sikap Iran menanggapi mundurnya Washington dari kesepakatan Mei lalu serta kegagalan penandatangan yang tersisa yakni Prancis, Jerman, Inggris, Rusia dan China, untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian.

Teheran memprakarsai penanggulangannya pada bulan Mei, hari peringatan penarikan Washington dari perjanjian 2015. Dikatakan pihaknya mengambil tindakan pembalasan untuk mendorong mitra kesepakatan Eropa agar berhenti dari sekedar melemparkan dukungan lisan di belakang perjanjian itu, dan benar-benar melindungi kepentingan bisnis Iran dalam menghadapi sanksi yang dikembalikan AS Iran setelah penarikannya, sesuatu yang JCPOA mewajibkan mereka untuk melakukannya.

Iran mengatakan bahwa reaksinya sesuai dengan hak-haknya berdasarkan paragraf 26 dan 36 dari perjanjian nuklir, dan bahwa Iran akan membalikkan tindakan begitu tuntutannya dipenuhi.

Baca: AS Ulangi Ancaman Anti-Iran: Tekanan Maksimum Akan Terus Berlanjut

Geng menambahkan bahwa “Tiongkok menyesalkan tindakan yang diambil oleh Iran,” tetapi pada saat yang sama menyerukan “semua pihak untuk melihat ini dari perspektif jangka panjang dan keseluruhan, menahan diri, dan menjunjung tinggi JCPOA bersama-sama sehingga tidak akan ada eskalasi lebih lanjut dalam situasi tegang.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: