News Ticker

TERKUAK! Asal-usul Pendidikan Amir Hizbut Tahrir Tak Nyambung

  • Indomaret, Abdul Basith, Bom
  • Jokowi
  • Kamar Kos pelaku di Police line
  • Lebanon, Analis, Saad Hariri
  • Fachrul Razi, Menag, Provokator
  • Houthi dan Utusan PBB
Cuitan Gus Nadir Hizbut Tahrir

Arrahmahnews.com, Jakarta – Akun Twitter M Faeshol Muzammil ‪@FaesholMuz‪ dalam cuitannya menguak pendidikan pemimpin atau Amir Hizbut Tahrir yang tidak nyambung “Inilah pemimpin HT sekarang. Katanya ahli ushul fiqih. Tapi kalau membaca riwayat pendidikannya, maka gak nyambung. Jika ini keilmuan pemimpin tertinggi HT. bagaimana anggotanya. Wahai anggota HT, kembalilah ikut para ulama yg sebenar ulama”.

Baca: Polisi Malaysia Tangkap Presiden Hizbut Tahrir saat Konferensi Pers

Cuitan twitter ‪@FaesholMuz di retweet Nadirsyah Hosen ‏‪@na_dirsIya repot emang Gus ‪@FaesholMuz pimpinannya aja kayak gitu. Ada jg anak HTI ngaku ahli hadis, koar2 paling paham hadis, eh pas dicek s1-nya bidang ekonomi. Adalagi terapis ruqyah ngakunya ngajar fiqh siyasah, eh s1nya bidang pendidikan. *kurang ngaca mereka”.

Pada tanggal 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, ketua Diwan Mazhalim Hizbut Tahrir mengumumkan pemilihan آlim al-Ushûl (Ahli Ushul Fikih) ‘Atha Abu ar-Rasytah-Abu Yasin sebagai amir Hizbut Tahrir. Melalui kepemimpinannya, beliau adalah seorang yang sangat diharapkan dapat membawa Hizbut Tahrir untuk meraih pertolongan Allah SWT. Hal itu karena beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap dakwah. Beliau juga melakukan manajemen baik atas aktivitas dakwah dan pemanfaatan potensi para syabab dengan seoptimal mungkin.

Baca: Gus Nadir: Hizbut Tahrir di Level Internasional Sedang Baku Hantam

Riwayat Hidup

Beliau adalah ‘Atha bin Khalil bin Ahmad bin Abdul Qadir al-Khathib Abu ar-Rasytah. Menurut informasi yang paling kuat, beliau dilahirkan pada tahun 1362 H atau 1943 M. Beliau berasal dari keluarga dengan tingkat keberagamaan seperti masyarakat umum. Beliau dilahirkan di kampung kecil Ra’na, termasuk wilayah Provinsi al-Khalil di negeri Palestina. Ketika masih kecil, beliau menyaksikan dan merasakan bencana atas Palestina dan pencaplokan Yahudi atas Palestina pada tahun 1948 M, dengan dukungan Inggris dan pengkhianatan para penguasa Arab. Kemudian beliau dan keluarganya berpindah ke kamp para pengungsi di dekat al-Khalil.

Baca: Sumanto Al Qurtuby: Mengapa Hizbut Tahrir Tidak Laku di Timur Tengah?

Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kamp pengungsian. Lalu beliau menyelesaikan pendidikan SMU dan memperoleh ijazah Tsanawiyah al-Ula (menurut jenjang di Yordania) dari Madrasah al-Husain bin Ali ats-Tsanawiyah di al-Khalil pada tahun 1959 M. Kemudian beliau memperoleh ijazah ats-Tsanawiyah al-Amah (menurut panduan sistem pendidikan Mesir) pada tahun 1960 di Madrasah al-Ibrahimiyah di al-Quds asy-Syarif. Setelah itu, beliau bergabung dengan Universitas Kairo Fakultas Teknik pada tahun pelajaran 1960-1961 M. Beliau memperoleh ijazah insinyur dalam bidang teknik sipil dari Universitas Kairo pada tahun 1966 M. Setelah lulus dari Kairo, beliau bekerja sebagai insinyur di beberapa negara Arab. Beliau memiliki karya dalam bidang teknik sipil, yaitu Al-Wasîth fî Hisâb al-Kamiyât wa Murâqabah al-Mabânî wa ath-Thuruq (Metode Penghitungan Kuantitatif dan Monitoring Bangunan dan Jalan).

Beliau bergabung ke dalam Hizbut Tahrir semasa pendidikan menengah sekitar pertengahan tahun lima puluhan. Dalam perjuangan di jalan Allah, beliau pernah dipenjara beberapa kali di penjara-penjara para penguasa zalim. Beliau terus menjadi pengemban dakwah dalam barisan Hizbut Tahrir dalam seluruh tingkatan organisasi dan administrasi: sebagai dâris, anggota, musyrifnâqib mahaliyah, anggota wilâyah, mu’tamad, juru bicara resmi, dan anggota maktab al-amir. Sejak 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, atas izin Allah, beliau terpilih untuk memikul tampuk kepemimpinan Hizbut Tahrir, dikutip dari Tsaqofah.id. (ARN)

Iklan
  • Suami Istri
  • Denny Siregar: Perlukah Kita Percaya Survei Litbang Kompas?
  • Cuitan Hinaan Lisa Marlina

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: