Arab Saudi

Produksi Minyak Saudi Gagal Gantikan Minyak Iran dan Venezuela

Khaled Al-Falih

Arrahmahnews.com, Riyadh – Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa peningkatan pasokan minyak Arab Saudi ke pasar internasional gagal mengkompensasi kerugian yang disebabkan oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran dan Venezuela.

Hasil survei oleh kantor berita Reuters yang diterbitkan pada hari Jumat, menunjukkan bahwa kenaikan pasokan minyak Saudi pada Juni terjadi ketika output oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) turun ke level terendah sejak 5 tahun terakhir, terutama karena meningkatnya dampak sanksi AS pada pemasok utama seperti Iran.

Studi menunjukkan bahwa OPEC memompa 29,60 juta barel per hari (bph) bulan lalu, total produksi OPEC terendah sejak 2014 dan 170.000 bph lebih rendah dari angka yang direvisi pada bulan Mei.

BacaBIADAB! Kampanye Intensif Kerajaan Saudi Tangkapi Warga Palestina

Peningkatan pasokan minyak Saudi ke pasar global datang sebagai tanggapan langsung terhadap permintaan Presiden AS Donald Trump yang meminta kerajaan untuk meningkatkan produksinya untuk mengimbangi dampak dari sanksi yang bermotif politik terhadap Iran dan negara-negara lain.

Trump berharap bahwa peningkatan pasokan dari Arab Saudi, salah satu pengekspor minyak mentah utama di dunia, sepanjang AS dan Rusia dapat menstabilkan harga di pasar dan membantu Washington menekan lebih lanjut pembeli minyak Iran untuk memangkas impor dari negara tersebut menjadi nol.

Baca: Citra Satelit Ungkap Kerusakan Besar di Pipa Minyak Saudi Pasca Serangan Drone Yaman

Namun, dihadapkan dengan peningkatan produksi serpih di AS dan melemahnya ekonomi global, OPEC yang beranggotakan 14 negara memperbaharui pakta minggu ini untuk memperpanjang pemotongan pasokan 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020. Perjanjian tersebut juga mencakup OPEC +, sebuah kelompok yang beranggotakan 24 orang yang dipimpin oleh Rusia yang mencari harga hingga $ 70 per barel. Iran, Venezuela, dan Libya dibebaskan dari bagian pemotongan OPEC sekitar 800.000 barel per hari.

Trump memberlakukan sanksi terhadap Iran pada November tahun lalu dan memperketatnya pada bulan ini. Larangan itu muncul setelah ia secara sepihak menarik diri dari kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.779 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.976.600 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: