NewsTicker

Saudi Tawarkan Uang Tunai kepada Para Pemimpin Suku Suriah

Bendera Saudi-Amerika Perang Suriah

Arrahmahnews.com, Suriah – Arab Saudi menawarkan uang tunai dalam jumlah fantastis kepada para pemimpin suku Suriah untuk mendukung milisi Kurdi yang didukung AS untuk mengancam Turki, kata laporan media.

Surat kabar Al-Watan mengutip sumber-sumber khusus di Suriah Timur, mengatakan bahwa Menteri Negara Saudi Samer al-Sahban dalam pertemuannya dengan para pemimpin suku Suriah meminta bantuan milisi Kurdi.

Beberapa pejabat AS menemani al-Sahban selama pertemuannya dengan para pemimpin suku Suriah Timur, katanya menambahkan.

Al-Sahban telah menawarkan pemberian senilai $ 50 juta kepada mereka secara tidak langsung melalui dewan lokal dan pembantu keuangan, kata surat kabar itu lebih lanjut.

BacaFakta-fakta Perang Suriah yang Tak Terbantahkan

Surat kabar Al-Watan mencatat bahwa upaya Arab Saudi sejalan dengan dukungan untuk Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dan kehadiran al-Sahban di wilayah ini sejalan dengan konfrontasi Riyadh dengan Turki terkait masalah Kurdi.

Harian itu mencatat bahwa hubungan Turki-Arab Saudi saat ini kritis.

Al-Watan juga mengutip sumber-sumber khusus yang mengatakan bahwa Arab Saudi mengancam Turki dan mencoba memasukkan dirinya dalam keseimbangan kekuatan Suriah melalui Kurdi, khususnya SDF.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Populer Sheikh Navaf Tarad al-Molhem, yang merupakan pemimpin suku al-Hasaneh terkait tawaran uang tunai al-Sahban kepada para pemimpin suku Suriah Timur, mengatakan bahwa para pemimpin suku Suriah Timur akan menghadapi segala upaya oleh Arab Saudi, AS, dan Turki untuk menghancurkan Suriah.

Dalam perkembangan yang relevan pada pekan lalu, para pemimpin suku di Deir Ezzor menyuarakan oposisi kuat terhadap plot Saudi untuk mendukung langkah-langkah separatis SDF di bagian timur provinsi.

Surat kabar Al-Watan melaporkan bahwa suku al-Jamel di Deir Ezzor Timur telah mengeluarkan pernyataan penentangannya terhadap penunjukan Ahmed al-Khabil yang berafiliasi dengan SDF sebagai Syekh suku al-Bakir di Deir Ezzor Timur.

Suku Al-Jamel dalam pernyataannya kepada aksi teroris oleh SDF di wilayah Eufrat Timur, mengatakan bahwa mereka tidak mengakui al-Khabil yang telah ditunjuk sebagai Emir dari al-Bakir Sheikhs, dengan dukungan Menteri Saudi untuk Urusan Teluk Persia Thamer al-Sabhan.

BacaKe Suriah, Menlu Oman Bertemu Bashar Assad Bahas Pemulihan Stabilitas Timur Tengah

Suku-suku Suriah lainnya juga menekankan penentangan mereka terhadap penunjukan al-Khabil.

Sementara itu, situs al-Baladi yang berafiliasi dengan militan melaporkan bahwa salah satu pemimpin suku-suku Arab Suriah yaitu Obaid Khalaf al-Hissan dibunuh di kota al-Ali Bajeliyeh di wilayah Tal Abyadh, Raqqa Utara, setelah berhenti kerjasama dengan pasukan Kurdi di Eufrat Timur.

Situs berita Al-Ahd mengutip pemimpin al-Moshahedah di wilayah al-Jazeerah, Eufrat Timur, Sheikh Heidar al-Hamadi yang mengatakan bahwa semua suku Suriah, kecuali beberapa dari mereka, telah menentang pertemuan dengan al-Sabhan baru-baru ini di wilayah yang diduduki Kurdi untuk mempelajari plot pemisahan wilayah Timur dari Suriah.

Dia menggarisbawahi upaya al-Sahban membujuk suku-suku di Suriah Timur ke dalam implementasi plot separatis, dan mengatakan sebagian besar dari mereka ingin Damaskus mengambil alih kendali atas wilayah tersebut.

Baca: WOW! Rapat Rahasia Kongres AS Usulkan Pembunuhan Bashar Assad

Sementara itu, surat kabar al-Watan melaporkan bahwa delegasi Swedia, termasuk perwakilan negara untuk urusan Suriah, pejabat kementerian luar negeri Swedia untuk urusan Suriah dan pejabat untuk badan bantuan internasional, telah memasuki wilayah-wilayah yang diduduki Kurdi di Suriah Timur dan melakukan pertemuan dengan sejumlah komandan sejalan dengan upaya negara-negara barat untuk ikut campur dalam urusan internal Suriah dan membantu SDF mendirikan negara.

Mohammad al-Akam, seorang legislator senior Suriah, mengatakan bahwa koalisi tripartit telah dibentuk antara Arab Saudi, pasukan Kurdi dan Israel di bawah pengawasan AS yang mengejar tekanan terhadap Damaskus setelah mendapatkan kemenangan atas kelompok-kelompok teroris, dengan memisahkan bagian Timur Laut dari negara.

Kepala politbiro teroris yang didukung Turki Mostafa Sejari menulis di halaman twitter-nya pada hari Senin bahwa Riyadh telah menghentikan dukungan keuangan untuk kelompok-kelompok teroris di Suriah Utara sejalan dengan skema baru untuk membantu Kurdi memisahkan Suriah Timur setelah delegasi Saudi-AS bertemu di Deir Ezzor.

Dia menambahkan bahwa Arab Saudi telah memutuskan untuk memotong dukungan keuangan untuk daerah-daerah yang diduduki oleh kelompok-kelompok teroris di Suriah Utara.

Dia juga menegaskan bahwa langkah itu diadopsi setelah Riyadh mulai mendukung kelompok-kelompok separatis Kurdi menyusul kunjungan al-Sahban ke wilayah-wilayah yang diduduki Kurdi.

Sejari menggarisbawahi bahwa Arab Saudi ingin menekan Turki, dan memperingatkan, bahwa “Kita semua akan dirugikan oleh tindakan ini.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: